Bagaimana Sinyal Asap Konklaf Diproduksi?

Bagaimana Sinyal Asap Konklaf Diproduksi?

Zee Official Writer
3216

Berbagai zat kimia kini digunakan sebagai ganti jerami basah dan pitch untuk menghasilkan asap yang digunakan untuk menyampaikan hasil sesi voting konklaf.

Pastur Thomas Rosica, asisten direktur press Vatikan, menjelaskan bahwa sejak tahun 2005, Vatikan telah menggunakan beberapa jenis zat kimia untuk menyampaikan hasil konklaf dengan lebih baik.

“Bagi sebuah gereja yang telah berkembang sedemikian rupa di era komunikasi modern, teknologi komputer, internet, dan Twitter, konklaf masih akan berpegang pada sinyal asap untuk menyampaikan hasilnya kepada dunia,” kata Pastur Rosica, Senin (11/3/13).

Sebelumnya, Vatikan menggunakan jerami basah untuk menghasilkan asap putih, dan pitch – bahan sejenis tar – digunakan untuk menghasilkan asap hitam.

Karena beberapa “kesalahan informasi” yang terjadi sebelumnya, Pastur Rosica menjelaskan bahwa Vatikan telah menggunakan bantuan kimia moderen untuk menghasilkan warna asap yang lebih mudah dibedakan.

Saat ini, asap hitam dihasilkan dari campuran potasium perklorat, antrasena, dan sulfur. Sedangkan asap putih dibuat dengan membakar campuran potassium klorat, laktosa, dan damar.

Sebuah tungku tradisional di dalam Kapel Sistine digunakan untuk membakar kertas suara dalam sesi pemungutan suara. Sedangkan sebuah tungku terpisah yang terletak di sebelahnya digunakan untuk memproduksi asap hitam atau putih.

Sementara itu, untuk penentuan zat kimia dilakukan dengan mengoperasikan panel kontrol untuk meminta salah satu zat kimia yang telah dicampur oleh para teknisi Vatikan sebelumnya, sesuai dengan hasil voting yang telah berlangsung.

Walaupun pembakaran dilakukan memakai dua unit tungku, abu dan asap akan keluar dari satu cerobong asap ketika kedua asap tersebut menyatu di atas kapel Sistine. Asap telah dipanaskan dan dikumpulkan terlebih dahulu, dan jika diperlukan, sebuah kipas cadangan telah tersedia untuk membantu ventilasi udara.

Asap berwarna hitam, seperti yang tampah pada Selasa (12/3/13) pukul 19:42 waktu Roma, menandakan gagalnya pemungutan suara. Sedangkan asap putih yang diiringi dengan dibunyikannya bel Vatikan menandakan telah terpilihnya Paus baru.

Banyak mitos yang mengatakan bahwa asap putih dan hitam merupakan sebuah pertanda dari Tuhan apakah kardinal yang terpilih pantas menjadi Paus yang baru atau tidak, Paus yang menduduki Tahta Suci Vatikan merupakan seseorang yang dipilih melalui sebuah voting dan doa secara khusyuk yang dilakukan oleh para kardinal terpilih.


Baca juga artikel lainnya:

Seluruh Kardinal Telah Lengkap Hadir di Vatikan, Kapan Konklaf Dimulai?

9 Kunci Penting Menuju Hubungan yang Berhasil


Tips Mudah Cara Benar Pakai Parfum

Sumber : CNA / Zee
Halaman :
1

Ikuti Kami