Paus Koptik Mesir : Saya Harap Gereja Dapat Menjadi Satu

Paus Koptik Mesir : Saya Harap Gereja Dapat Menjadi Satu

Puji Astuti Official Writer
3820

Mesir saat ini dalam masa-masa genting, demonstrasi yang coba diredam pemerintah berakhir ricuh dan sekitar 60 orang telah tewas dalam satu minggu ini. Salah satu alasannya pecahnya kerusuhan ini adalah presiden terpilih Mesir Mohamed Morsi dianggap sebagai tirani baru dengan keputusan-keputusan yang dibuatnya.
Melihat kondisi bangsanya, paus umat Kristen Koptik Mesir Theodoros II sedikit pesimis terhadap perubahan yang akan dialami negerinya.
"Sangat sedikit perubahan Sangat, sangat sedikit.. Tapi sekarang itu adalah sama," demikian Theodorus saat wawancara dengan CBN.com.
Kondisi Mesir yang goncang juga meningkatkan tekanan kepada umat Kristen. Menurut Theodorus, penderitaan bukanlah hal yang baru bagi umat Kristen Koptik Mesir. Mereka telah mengalami gelombang penganiayaan sejak abad pertama. Bahkan sejak revolusi dua tahun lalu sekitar 100 umat Kristen Koptik telah tewas. Namun Paus Theodorus II menegaskan bahwa penganiayaan akan semakin memperkuat gereja Tuhan.
"Melalui darah, Gereja akan hidup, akan kuat, akan efektif dalam masyarakat mereka," demikian ungkap Paus.
"Saya harap satu hari semua umat Kristen menjadi satu," demikian harapan yang disampaikan Paus kepada CBN News. "Ini adalah mimpi saya. Dan juga ini adalah apa yang ada di hati Yesus Kristus, menjadi satu gereja menjadi satu."
Satu ayat yang menguatkan Paus Theodorus dalam menghadapi semua penganiayaan yang terjadi adalah I Koristus 13:8
"Kasih tidak pernah berakhir atau gagal," demikian jelasnya. "Kasih tidak pernah berakhir. Semua hal harus didasarkan kepada kasih, hubungan antara dua teman, pelayananku, bagaimana aku melayani; ibadah gereja di semua bidang harus didasarkan kepada kasih. Mengapa? Karena Tuhan adalah kasih."
Paus menyatakan bahwa dirinya terus berdoa bagi Mesir, dan ia pun meminta umat Kristen Mesir untuk tidak kehilangan harapan dan terus memegang janji Tuhan dalam [kitab]Yesay19[/kitab] .
Seperti yang diungkapkan oleh Paus Theodorus II, dalam penganiayaan umat Kristen akan semakin kuat baik dalam iman maupun dalam pemberitaan Injil. Walau demikian kita perlu terus berdoa bagi umat Kristen di Mesir agar mereka tidak menjadi lemah dan kecewa, karena tekanan yang mereka alami bukanlah sesuatu yang ringan, bahkan nyawa adalah taruhannya. Mari doakan dan berkati Mesir agar terang Tuhan terbit atas bangsa itu.

Baca juga artikel lainnya :

Jokowi-Ahok Akan Segera Pecat Pegawai Negeri yang Langgar Aturan

Ular yang Tersembunyi

Tolong! Pacarku Pemakai Narkoba

Kulit Gatal Karena Air Banjir? Atasi Dengan Sabun Antiseptik !

Sumber : CBN.com | Puji Astuti
Halaman :
1

Ikuti Kami