Tuhan, Saya Beriman Kepada-Mu

Tuhan, Saya Beriman Kepada-Mu

Budhi Marpaung Official Writer
      2477
Matius 9:22
Tetapi Yesus berpaling dan memandang dia serta berkata: "Teguhkanlah hatimu, hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau." Maka sejak saat itu sembuhlah perempuan itu.

Bacaan Alkitab Setahun : Mazmur 57; Markus 7; 2 Raja-raja 17

Pada tahun 1998, saya masuk ke rumah sakit karena mengalami gejala demam berdarah. Jujur, saya tidak menyukai berada disitu. Meski banyak orang berkata bahwa masuk rumah sakit enak karena bertemu dengan perawat-perawat yang cantik, tetapi itu tidak berlaku bagi saya.

Awal tinggal disana adalah awal yang penuh dengan kesedihan. Saya sedih bukan karena sedih opname, tetapi karena saya merasa Tuhan tidak menunjukkan mujizat kesembuhan-Nya ke dalam hidup saya. Satu hari, dua hari, pemikiran ini terus mengganggu otak saya sampai tibalah pada hari ketiga saya diopname rumah sakit itu.

Di atas kasur yang disediakan rumah sakit, Roh Kudus mengingatkan saya akan berbagai peristiwa lalu di masa hidup saya dimana bertahun-tahun sebelumnya saya pernah mengalami kuasa kesembuhan-Nya, tidak hanya sekali, tetapi berkali-kali. Hal itu sungguh menyadarkan saya. Saya pun langsung berdoa dan meminta ampun kepada Tuhan. Saya akui kesalahan-kesalahan saya dan kembali membangkitkan iman saya kepada-Nya. Saya katakan di dalam hati saya bahwa saya pasti menerima kesembuhan dari Tuhan.

Kurang dari 24 jam, kondisi saya menunjukkan perkembangan yang semakin membaik. Pada hari kelima di rumah sakit, saya pun sudah diperbolehkan dokter untuk pulang ke rumah, siang itu juga. Mujizat sungguh saya alami dan saya bersyukur karenanya.

Seringkali iman kita kepada Tuhan menjadi down karena kita merasa Dia tidak menunjukkan mujizat-Nya kepada kita. Padahal yang sebenarnya terjadi adalah Tuhan sedang menunggu waktu yang tepat untuk menyatakan keajaiban-Nya dan mengerjakan itu sesuai dengan cara-Nya. Jika saja kita mau bersabar dan beriman kepada-Nya senantiasa maka kita pasti mengalami mujizat-Nya.

Ingatlah, Tuhan yang kita sembah adalah Tuhan yang sama, dulu, sekarang dan selama-Nya. Jadi, apabila Dia pernah dapat mengadakan mujizat di masa lampau maka di masa kini dan masa mendatang pun Dia pasti bisa mengadakannya juga.   

Tetaplah beriman kepada Tuhan karena inilah yang pada akhirnya membuat Anda dapat mengalami mujizat-mujizat-Nya.

Ikuti Kami