Betapa Indahnya Bila Kita Hidup Dalam Kerukunan

Betapa Indahnya Bila Kita Hidup Dalam Kerukunan

Papa Henokh Hizkia Immanuel Simamora Official Writer
      3620

Matius 5:9

Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.

Bacaan Alkitab Setahun : Mazmur 52; Markus 2; Yesaya 57-58

 

Mungkin kita pernah mendengar atau membaca cerita lucu tentang tiga orang sahabat yang terdampar di suatu pulau. Anggaplah mereka adalah Tony, Hiro dan Joko. Saat pertama kali terdampar mereka saling menyalahkan satu sama lain. Mereka masing-masing kesal dan marah serta memiliki argumentasi untuk saling membela dan menyalahkan.

Namun karena mereka harus bertahan hidup maka mereka pun masing-masing berusaha mencari cara untuk melanjutkan kehidupan mereka di pulau tersebut. Selama 40 hari di pulau tersebut mereka masing-masing tidak ada yang mau mengalah dan tetap menyimpan kebencian.

Suatu hari mereka menemukan benda yang bisa mengabulkan satu keinginan mereka. Dengan sombongnya Tony berteriak, “Saya bosan dengan mereka berdua, gara-gara mereka saya jadi terdampar! Karena itu saya minta kembalikan saya ke negara saya yang kaya dengan makanan dan kenikmatan dunia!” Maka benda tersebut pun mengabulkan permintaan Tony dan dalam sekejap ia hilang dari pandangan kedua temannya.

Wah melihat dan mendengar hal itu maka Hiro pun tidak mau kalah ia juga kembali menyalahkan Joko dan ia sangat memohon supaya dia dikembalikan ke kantornya yang canggih dimana ia dihormati di sana dengan setiap karya-karya yang ia buat. Dan sama seperti Tony maka dalam sekejap Hiro menghilang dari pandangan Joko.

Joko yang dari tadi kesal dengan perkataan Tony dan Hiro pun segera menyatakan permintaannya. Dalam kemarahannya Joko meminta untuk kedua temannya tersebut kembali ke pulau tersebut bersama-sama dengan dia.

Membaca dan mendengar kisah ini mengingatkan saya dengan perkataan Tuhan Yesus: “Segeralah berdamai dengan lawanmu selama engkau bersama-sama dengan dia di tengah jalan, supaya lawanmu itu jangan menyerahkan engkau kepada hakim dan hakim itu menyerahkan engkau kepada pembantunya dan engkau dilemparkan ke dalam penjara. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya engkau tidak akan keluar dari sana, sebelum engkau membayar hutangmu sampai lunas.” (Matius 5:25-26)

Hidup berdamai dan saling mengampuni jauh lebih menguntungkan kita. Selain hati kita merdeka dari kemarahan dan tuduhan, kita bisa memperoleh berkat TUHAN. Oh betapa indahnya bila saudara seiman hidup dalam kerukunan.

Ikuti Kami