Apakah anda masih merasa sulit menyempatkan makan bersama dengan anak-anak anda? Banyak keluarga yang juga beranggapan demikian. Mereka rata-rata memberikan alasan ekonomi dimana kedua orang tua harus bekerja. Belum lagi dengan adanya kendala struktural seperti kepadatan lalu lintas, jauhnya tempat kerja dan hal-hal lainnya membawa implikasi kepada pergeseran nilai-nilai betapa pentingnya kumpul dan makan bersama.
Menurut Dr. Erna Karim, M.Si makan bersama memiliki 3 fungsi, yakni mengenalkan variasi makanan pada anak, membentuk pola asuh anak, dan mengikat kebersamaan suatu keluarga.
Sebenarnya jika kita memiliki kemauan kuat maka kita dapat mewujudkan moment untuk makan bersama minimal satu kali setiap harinya atau paling buruk adalah setiap satu minggu sekali saat liburan. Tapi bila masih sulit juga dan bingung memulainya maka momentum hari raya atau liburan panjang ini bisa menjadi awal yang baik untuk memulai mewujudkan makan bersama dengan anak atau keluarga.
Dengan suasana yang mendukung maka kebersamaan dengan keluarga bisa dijadikan bagian dari ibadah dan sebaliknya ibadah atau hari raya bisa digunakan untuk pemersatu dan cara memperbaharui keharmonisan keluarga.
Sebenarnya, format makan bersama seperti apa yang membawa banyak manfaat? Di bawah ini kami coba memaparkan format yang baik dan tepat dalam mengembangkan kebiasaan makan bersama:
Dengan banyaknya manfaat makan bersama keluarga, maka mari kita jadikan momentum hari raya dan liburan panjang ini bagi para orang tua untuk mulai membangun kebiasaan baik ini. Kebiasaan makan bersama ini sekaligus melatih diri orang tua untuk hidup bersyukur saat makan, hidup sehat saat makan dan melatih komunikasi yang baik dengan anak di saat makan.
Sumber : female.kompas.com, lgindonesiablog.comIkuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”