Bersahabat Dengan Yang Membencimu

Bersahabat Dengan Yang Membencimu

Puji Astuti Official Writer
      4052

Lukas 6:35

Tetapi kamu, kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada mereka dan pinjamkan dengan tidak mengharapkan balasan, maka upahmu akan besar dan kamu akan menjadi anak-anak Allah Yang Mahatinggi, sebab Ia baik terhadap orang-orang yang tidak tahu berterima kasih dan terhadap orang-orang jahat.

Bacaan Alkitab Setahun : Mazmur 44; 2 Timotius 2; Yesaya 39-40

Seringkali kita merasa terganggu dengan seseorang atau bahkan beberapa orang yang menunjukkan sikap tidak menyenangkan kepada kita atau mengatakan sesuatu yang buruk tentang diri kita. Respon pertama kita biasanya adalah ingin membela diri dan membuktikan bahwa diri kita benar, dan orang tersebut salah. Namun hal itu tidaklah menyelesaikan masalah, bahkan kadang malah memperbesar permasalahan.

Lalu bagaimana kita menyikapi sikap orang-orang yang tidak bersahabat atau bahkan cenderung bermusuhan dengan kita?

Dalam Kitab Lukas, Yesus mengajarkan dengan jelas bahwa respon pertama kita terhadap orang yang memusuhi kita haruslah dengan mengasihi dia. Mudah, tentu saja jika mengikuti ego kita hal ini sangat sulit. Namun mari ijinkan kasih Tuhan mengalir melalui hidup kita untuk orang yang memusuhi kita itu. Dengan kasih Tuhan, kita bukan hanya bisa mengasihi dia, namun juga melakukan langkah selanjutnya, yaitu berbuat baik kepada orang tersebut bahkan meminjamkan sesuatu kepadanya tanpa mengharapkan balasan.

Pertanyaan selanjutnya adalah mengapa atau apa keuntungan kita ketika berlaku bersahabat kepada orang yang memusuhi atau menunjukkan kebencian kepada kita?

Pertama, setiap perbuatan baik pasti ada upahnya. Jadi kita tidak pernah dirugikan ketika berbuat baik bahkan kepada seseorang yang membenci kita.

Kedua, ketika kita menunjukkan kasih yang tanpa syarat terhadap orang yang memusuhi kita, mereka melihat kesaksian yang hidup bahwa kita adalah anak-anak Allah. Pada akhirnya, karena itu Tuhan yang dipermuliakan.

Saat kita sibuk untuk mengasihi, maka kita tidak ada waktu untuk membenci.

Ikuti Kami