Memutuskan Untuk Mencintai

Memutuskan Untuk Mencintai

Puji Astuti Official Writer
      3135

Rut 1:17

Di mana engkau mati, akupun mati di sana, dan di sanalah aku dikuburkan. Beginilah kiranya TUHAN menghukum aku, bahkan lebih lagi dari pada itu, jikalau sesuatu apapun memisahkan aku dari engkau, selain dari pada maut!"

Bacaan Alkitab Setahun : Mazmur 36; Kisah Para Rasul 8; Keluaran 21-22

Bulan Februari dikenal sebagai bulan penuh cinta, karena di bulan ini ada perayaan Valentine. Namun cinta yang kita rasakan di dunia nyata bukanlah seindah kisah-kisah dongeng. Dalam kehidupan nyata ini, cinta adalah sebuah kata kerja, selain itu berkaitan dengan pilihan yang kita buat.

Sebagai contoh adalah kisah Rut dan Naomi. Dikisahkan Ruth adalah menantu Naomi, namun saat itu suami Rut telah meninggal dunia. Naomi akan kembali ke Israel dan meminta Ruth untuk kembali ke kaum keluarganya. Namun Rut memberikan jawaban yang sangat mengejutkan.

"Janganlah desak aku meninggalkan engkau dan pulang dengan tidak mengikuti engkau; sebab ke mana engkau pergi, ke situ jugalah aku pergi, dan di mana engkau bermalam, di situ jugalah aku bermalam: bangsamulah bangsaku dan Allahmulah Allahku;” (Rut 1:16).

Pada akhirnya di ayat 18 Naomi menyadari bahwa menantunya yang ini telah memutuskan untuk mengikutinya apapun keadaannya. Tidak ada cinta yang lebih kuat daripada cinta jenis ini, sebuah keputusan untuk mencintai, sebuah komitmen. Rut telah memilih untuk mencintai mertuanya Naomi, bukan hanya pribadinya, namun juga bangsanya dan juga Allahnya.

Sama seperti Rut, kita ditempatkan dalam kehidupan ini tidak bisa memilih siapa orang-orang yang hidup bersama kita. Namun ada sebuah pilihan yang Tuhan berikan dalam hidup kita, yaitu memilih untuk mencintai mereka apa adanya. Saat kita memutuskan untuk mencintai itulah, Tuhan diperkenalkan kepada orang-orang yang belum mengenal Dia.

Cinta adalah sebuah keputusan untuk menerima apa adanya seseorang tanpa sebuah syarat atau kondisi.

Ikuti Kami