Mengenang Pahlawan

Renungan Harian / 11 November 2012

Mengenang Pahlawan
Budhi Marpaung Official Writer
      3698
Amsal 10:7
Kenangan kepada orang benar mendatangkan berkat

Bacaan Alkitab Setahun : [kitab]mazmu133[/kitab]; [kitab]yohan10[/kitab]; [kitab]yerem43[/kitab]; [kitab]yerem44[/kitab]

Semakin sulit rasanya menemukan sosok pahlawan hari-hari ini. Media massa lebih suka menyoroti pesohor daripada pahlawan. David Aikman dalam The Great Souls menegaskan perbedaan antara “pahlawan” (great man) dan “pesohor” (celebrity).

Celebrity, mengutip sejarahwan Daniel Boorstin, ialah “seseorang yang dikenang karena keterkenalannya”. Sementara great mengandung arti “menonjol, terkenal, terkemuka, terhormat, tinggi, mulia, luhur, tekun, ulet, hebat, mengagumkan”. Jadi, pahlawan mengacu pada orang dengan pencapaian unggul yang ditandai oleh satu atau lebih kualitas watak yang agung: orang yang bisa bangkit di tengah-tengah kesukaran atau penderitaan; bisa mempertahankan kemurnian moral pada saat menghadapi cobaan yang berat.

Uraian itu sesuai dengan sosok pahlawan iman dalam Alkitab seperti Abraham, Nuh, Yusuf anak Yakub, dan para rasul. Alkitab menyebut mereka sebagai “orang benar”, yaitu mereka yang takut akan Allah dan menaati perintah-Nya. Menurut pemazmur, mereka “akan diingat selama-lamanya” ([kitab]mazmu112:6[/kitab]), dan Salomo menyatakan bahwa kenangan akan mereka “mendatangkan berkat” ([kitab]amsal10:7[/kitab]).

Mengenang orang benar di satu sisi menunjukkan penghargaan dan penghormatan kita. Kenangan itu, di sisi lain, kiranya menggugah kita untuk meneladani kepahlawanan mereka.

Apakah Anda membutuhkan sosok pahlawan iman di dalam kehidupan Anda? Anda bisa menemukannya dengan membaca Alkitab atau buku-buku biografi tokoh-tokoh Kekristenan. Namun, Anda bisa juga memperolehnya dengan melihat orang-orang sekitar Anda seperti gembala gereja atau mereka yang Anda ketahui setia melayani dan memberitakan kabar injil kepada orang-orang lain. Meskipun mungkin tidak tersohor, mereka memiliki kehidupan iman yang patut diteladani. Mengapa kita tidak memikirkan cara untuk berterima kasih kepada mereka?

Kepahlawan sejati selalu menginspirasi dan membangkitkan semangat kepahlawanan pada diri orang lain.

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?