Kurang Tidur Picu Obesitas Dan Diabetes

Kurang Tidur Picu Obesitas Dan Diabetes

Lestari99 Official Writer
4151

Kelelahan dan sulit berkonsentrasi seringkali menjadi keluhan bagi mereka yang mengalami kurang tidur. Namun penelitian membuktikan kebiasaan kurang tidur dalam jangka panjang akan meningkatkan resiko obesitas dan diabetes tipe 2. Beberapa penelitian lain menunjukkan bahwa pola tidur dapat mempengaruhi kadar gula darah, hormon yang mengontrol nafsu makan, bahkan persepsi otak akan makanan berkalori tinggi.

Penelitian terbaru yang dimuat dalam jurnal The Annals of Internal Medicine menambahkan bukti bahwa kurang tidur ternyata mengurangi kemampuan sel lemak untuk merespon insulin, hormon yang mengatur metabolisme dan berperan besar pada diabetes.

Selama menjalani penelitian, para partisipan diminta tidur selama 8 malam di laboratorium tidur. Selama 4 malam pertama mereka tidur dengan jam normal dan 4 malam berikutnya mereka dibatasi tidur hanya selama 4,5 jam. Setelah kurang tidur selama 4 malam, ditemukan bahwa sensitivitas para partisipan turun sebanyak 16 persen. Bahkan sensitivitas insulin lemak turun sampai 30 persen sama seperti level yang biasa dialami oleh mereka yang mengalami obesitas maupun diabetes.

“Sel lemak memerlukan tidur, dan jika jam tidur kekurangan secara metabolik mereka akan terganggu,” ungkap Matthew Brady, sang peneliti senior.

Resitensi insulin ini memang hanya bersifat sementara, namun bila sering terjadi, maka kelebihan gula darah dan kolesterol akan berakumulasi di aliran darah sehingga memicu diabetes dan penyakit jantung.

Lebih lanjut Brady mengatakan belumlah diketahui bagaimana sel lemak dapat mengenali jika tubuh kurang tidur. Namun bisa jadi hal ini disebabkan karena kurang tidur akan memberikan respon stres tubuh sehingga terjadi pelepasan stres hormon kortisol dan neropinehrine, yang berkaitan dengan resisten insulin.

Menghargai tubuh yag dianugerahkan Tuhan merupakan salah satu bentuk ucapan syukur dan tanda terima kasih kita kepada Sang Pencipta. Jika kurang tidur berkepanjangan memberikan dampak seburuk ini, akankah kita masih melakukan hal ini? Terlebih lagi alasan kita tidak tidur cukup di malam hari tidak selalu merupakan suatu hal yang penting dan hanya menyia-nyiakan waktu yang ada.

 

Baca Juga Artikel Lainnya:

Sumber : Kompas / LEP

Ikuti Kami