Walikota Solo yang juga memenangkan Pilkada DKI Jakarta versi hitung cepat, Joko Widodo, prihatin atas maraknya peristiwa tawuran pelajar yang terjadi di Jakarta. Baginya permasalahan ini adalah isu nasional karena terjadi di luar kewajaran.
“Itu bukan lagi hanya permasalahan kota. Namun, sudah menjadi isu nasional, dilihat dari intensitas kejadian dalam sepekan. Hal tersebut sudah di luar kewajaran,” ungkap Jokowi di Balaikota Solo, Kamis (27/9).
Untuk mengatasi permasalahan ini, Jokowi menganggap perlunya penggarapan yang serius terhadap ruang publik yang dapat menyalurkan energi kreativitas bagi pelajar di Jakarta. Jokowi menekankan pentingnya pemerintah dan Kementerian Pendidikan memikirkan hal ini dan perlunya kerja konkret dengan terjun langsung ke lapangan.
“Bisa jadi kurangnya ruang publik dan kreasi untuk remaja. Ini yang harus digarap. Tapi, tentu saja peran dunia pendidikan dan orangtua sangat penting, dan ini semua butuh kerja lapangan,” ungkapnya.
Tawuran pelajar memang telah menjadi masalah klasik di Jakarta namun hingga saat ini belum ada tindakan maupun langkah-langkah signifikan yang dilakukan untuk mencegah peristiwa ini terus berulang. Tanggung jawab tak dapat diserahkan sepenuhnya ke pemerintah maupun institusi sekolah, namun sangatlah panting bagi setiap pihak dimulai dari keluarga untuk membangun lingkungan hidup yang sehat dalam membentuk generasi muda unggul di masa mendatang.
Baca Juga Artikel Lainnya:
Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”