Gadis Tertuduh Bakar Quran : Saya Takut Tapi Cinta Pakistan

Gadis Tertuduh Bakar Quran : Saya Takut Tapi Cinta Pakistan

Lois Official Writer
2562

Di dalam laman AFP, seperti yang dirilis oleh yahoo, keluarga Kristen dan putri mereka yang menderita down syndrome ini akhirnya dibebaskan. Mereka didakwa telah melakukan kasus penghujatan karena membakar Quran. Namun ternyata, itu adalah tindakan seorang imam Muslim yang ingin menjebak keluarga ini. Setelah tiga tahun mendekam di penjara, akhirnya mereka dibebaskan.

Meskipun begitu, mereka mengkuatirkan keselamatan mereka meskipun pemerintah telah berjanji untuk melindungi mereka. “Saya takut,” ujarnya melalui telepon dari sebuah tempat tinggal yang dirahasiakan bersama keluarganya kepada CNN. “Saya takut pada siapapun yang mungkin membunuh kami.”

Kasusnya memicu kecaman nasional karena dia masih berada di bawah umur, menderta buta huruf, dan dikatakan mengalami kesulitan belajar. Namun, ketika ditanya apakah dia akan meninggalkan negara itu. Dia dengan tegas mengatakan bahwa dia tidak akan pernah meninggalkan Pakistan. “Saya cinta Pakistan,” ujar gadis yang berusia 14 tahun itu.

Sebelumnya, Rimsha memang mengatakan bahwa dirinya difitnah, meskipun dia tidak menjawab pertanyaan tentang apa yang sebenarnya terjadi pada hari itu. Penghujatan yang menghina Islam maupun Nabi Muhammad seringkali memicu kemarahan publik yang 97 persen penduduknya merupakan umat Muslim itu.

Bagaimana dengan imam yang menuduh Rimsha? Sampai saat ini, setelah pencarian dasar tim Jawaban.com, belum menemukan apakah yang terjadi dengan imam tersebut. Namun, perbuatan menuduhkan seorang anak yang tidak bersalah dan diperkirakan menderita down syndrome itu tidak dapat dibiarkan begitu saja.

 

Baca Juga :

Suara Tuhan

Forum JC : Apakah berdoa saja cukup ? 

Berolahraga Dapat Redam Rematik

Chord Lagu : I Surrender (Hillsong)

Sumber : yahoo by lois horiyanti/jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami