Jadilah Pribadi Yang Penuh Ampunan

Jadilah Pribadi Yang Penuh Ampunan

Papa Henokh Hizkia Immanuel Simamora Official Writer
      2924

Matius 18: 21-22

“Tuhan sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali? Yesus berkata kepadanya, Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai 70 kali 7 kali

 

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 45; 2 Timotius 3; Yesaya 43-44

 

Masih ingatkah kita tentang cerita seorang hamba yang memiliki hutang 10.000 talenta emas? Hamba tersebut diberikan pinjaman namun tidak pernah melunasinya. Semakin hari hutangnya membengkak menjadi 10.000 talenta emas.

Karena orang itu tidak lagi mampu melunaskan hutangnya sang raja memerintahkan supaya orang tersebut dijual beserta anak dan isterinya dan segala miliknya untuk melunasi hutangnya.

Mendengar hal itu maka tersungkurlah si hamba tersebut, menyembah dia dan memohon kesabaran dari sang raja. Melihat sikap si hamba tergeraklah hati sang raja oleh belas kasihan sehingga sang raja membebaskan dia dan menghapuskan hutangnya.

Tetapi ketika hamba itu keluar ia bertemu dengan seorang hamba lain yang berhutang  100 dinar kepadanya. Lalu dengan kasar ia menangkap dan mencekik kawannya itu, katanya: Bayar hutangmu! Maka sujudlah kawannya dan memohon kesabaran serta kemurahan hatinya, namun ia menolak dan dengan kejam memasukkan kawannya tersebut ke dalam penjara sampai dilunaskannya hutangnya.

Melihat hal itu kawan-kawannya yang lain sangat sedih lalu menyampaikan segala yang terjadi kepada tuan mereka. Maka sang raja pun memanggil orang itu dan berkata kepadanya: Hai hamba yang jahat seluruh hutangmu telah kuhapuskan karena engkau memohonkannya kepadaku. Bukankah engkau pun harus mengasihani kawanmu seperti aku telah mengasihani engkau? Maka marahlah tuannya itu dan menyerahkannya kepada algojo-algojo sampai ia melunaskan seluruh hutangnya.

Kisah di atas menggambarkan kehidupan setiap kita yang tidak pernah berhasil menebus dosa yang kita perbuat kepada TUHAN. Bahkan sering kali banyak waktu, talenta, kebaikan dan hidup kita yang terbuang dengan sia-sia. Banyak berkat TUHAN yang kita habiskan untuk diri kita sendiri bahkan kita gunakan untuk hal yang sia-sia. Tahukah anda bahwa kita layak dihukum dan seluruh yang kita punya pantas diambil kembali olehNya?

Lalu ketika kita menghadapi banyak masalah dan menuju kepada kehancuran maka dengan spontan kita sujud menyembah dan memohon ampunan pada TUHAN supaya kita dibebaskan dari hukuman dan masalah. Tapi ironisnya ketika kita sudah memperoleh ampunan dan dibebaskan dari masalah serta hukuman, kita cepat lupa dan tidak menghargai belas kasihan dan pengampunan yang sudah diberikan TUHAN sehingga ketika ada orang yang berbuat salah pada kita maka kita mendahulukan keadilan dan menuntut orang tersebut untuk membayar kesalahan-kesalahannya.

Untuk menebus kita dan mengalahkan dakwaan Setan maka Allah mengaruniakan dan mengutus AnakNya Yang Tunggal menjadi domba yang suci sehingga dengan darah dan kematianNya setiap kita memperoleh pengampunan dan kehidupan. Kini setiap hari Yesus Yang duduk di sebelah kanan Bapa selalu memberikan pengampunan kepada kita setiap kali kita datang memohon kepadaNya maka seharusnyalah kita juga mengampuni orang yang bersalah kepada kita. Seharusnyalah kita jadi pribadi yang penuh dengan ampunan.

Menjadi pribadi yang penuh dengan ampunan menghadirkan kembali Kristus Yesus di tengah-tengah masyarakat yang haus akan cinta kasih

Ikuti Kami