HKBP Filadelfia Turuti Permintaan Bupati Bekasi

HKBP Filadelfia Turuti Permintaan Bupati Bekasi

Budhi Marpaung Official Writer
5062

Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin meminta anggota gereja HKBP Filadelfia gereja untuk cool down sementara dan melakukan ibadah di lokasi yang disediakan oleh pemerintah daerah.

“Pada pertemuan terakhir yang difasilitasi Komnas HAM untuk memediasi jemaat Filadelfia dengan Bupati dan Kapolres, Bupati meminta kami untuk cooling down," kata pengacara HKBP Filadelfia, Saor Siagian, seperti dilansir BeritaSatu online, Selasa (12/6).

“Bupati meminta waktu untuk melakukan sosialisasi dan kami sangat memahami hal itu,” ungkapnya.

Lebih lanjut Saor mengatakan anggota gereja akan menuruti rencana pemerintah untuk memindahkan kebaktian mereka ke sebuah bangunan yang disediakan oleh pemerintah daerah demi mencegah pertengkaran kembali dengan penduduk setempat.

"Ibadah masih akan terus diadakan, karena itu memang tidak boleh ditinggalkan," pungkas pria asal Tapanuli Utara itu. "Kami akan melakukan ibadah di gedung PGRI, lokasi yang dipilih oleh pemerintah untuk mencegah pemobilisasian ancaman." 

Saor menandaskan gereja masih berharap pemerintah Bekasi menerapkan keputusan Mahkamah Agung yang dijatuhkan pada tahun lalu.

Untuk diketahui, gereja HKBP Filadelfia mengajukan permohonan izin bangunan pada tahun 2007, tetapi meskipun memenuhi semua persyaratan, termasuk izin dari tetangga, izin tidak dikeluarkan. Sebaliknya, pada tahun 2009, H. Sa’duddin (Bupati Bekasi saat itu, red) mengeluarkan surat melarang anggota jemaat beribadah di atas tanah gereja yang ditunjuk, memaksa 560 anggota untuk mengadakan kebaktian di sisi jalan. Pada 12 Januari, 2010, pemerintah setempat akhirnya melakukan penyegelan gedung yang berada di wilayah Tambun itu.

Kurang lebih dua tahun sejak pelarangan penggunaan gedung ibadah oleh pemda, penduduk setempat di Bekasi mulai teratur memprotes gereja. Bahkan baru-baru ini, pihak pemrotes justru menggunakan kekerasan fisik dan taktik intimidasi kepada gereja untuk melakukan kehendak mereka. Pada ibadah Hari Kenaikan Tuhan Yesus bulan lalu misalnya, warga melemparkan batu, tas berisi urin dan telur busuk pada anggota jemaat. 

HKBP Filadelfia merupakan satu diantara sejumlah persoalan bangsa yang masih ada hingga kini. Janji pemerintah pusat untuk menyelesaikan masalah ini pun tidak terlihat. Namun begitu, harapan tuntasnya kasus ini masih cukup besar. Kepemimpinan Bupati Bekasi sekarang yang dipegang oleh Neneng Hasanah Yasin semoga dapat memberi jalan keluar yang tepat baik kepada gereja dan masyarakat yang sebanarnya sama-sama menginginkan tegaknya hukum di tanah air tercinta, Indonesia.   

Baca juga : 

Tips Menjaga Waktu Berkualitas Dengan Pasangan di Saat Euro 2012 

Maju atau Berhenti

Euro 2012 : Hasil Pertandingan Denmark vs Portugal 2-3

Sumber : thejakartaglobe.com / budhianto marpaung
Halaman :
1

Ikuti Kami