Wu Bin, Kisah Supir Bis Heroik Cina

Nasional / 6 June 2012

Wu Bin, Kisah Supir Bis Heroik Cina
PrincessPina Cahyonoputri Official Writer
8285

Aksi heroik seorang supir bus di Wuxi, Provinsi Jiangsu, China ini mengundang haru dan decak kagum orang yang menyaksikannya. Sebuah video dramatis dari kamera keamanan di dalam bus itu memperlihatkan bagaimana Wu Bin (48), berusaha tetap tenang bahkan mengkoordinir evakuasi para penumpang busnya padahal dirinya sendiri mengalami luka parah karena sepotong puing besi menusuk perutnya setelah sebelumnya menghantam kaca depan busnya.

Wu meninggal empat hari paska kecelakaan. Logam terbang berbobot 5,5 pon dan sepanjang 12 inci yang membunuhnya itu diyakini jatuh dari truk yang melaju di arah berlawanan, lapor China Daily.

Meski sangat kesakitan, Bin tetap berusaha berlaku tenang dan menginjak rem, memindahkan gigi, menghidupkan lampu darurat dan memberi tahu para penumpang untuk tidak berhamburan ke jalan raya setelah  kecelakaan pada 29 Mei tersebut. Bahkan karena ketenangannya itu, para penumpang bus awalnya tidak menyadari bahwa telah terjadi sesuatu yang buruk dalam bus yang mereka tumpangi itu.

"Kami mendengar suara tabrakan keras tapi berpikir itu mungkin kecelakaan yang melibatkan kendaraan lain. Bus kami menepi dengan lembut sebelum Wu berbalik ke arah kami, tampak pucat dan berkeringat. Dia membuka pintu, menyuruh kami untuk berhati-hati dan kemudian diam," kata Han Weichun kepada China Daily.

Dokter yang menangani Wu, Zheng Fang pun mengaku heran saat mengetahui Wu mampu menjamin keselamatan para penumpangnya dengan kondisi luka yang sangat parah pada tubuhnya. "Livernya rusak berat dan tiga tulang rusuk patah," katanya. "Dalam keadaan seperti itu, dia pasti kesakitan sekali. Saya kagum dia bisa melakukan itu."

Baik dalam keluarga maupun pekerjaannya Wu dikenal sebagai orang yang memiliki karakter yang baik. Majikan Wu, dari Perusahaan Transportasi Penumpangan Jarak Jauh Hangzhou, mengatakan Wu memiliki catatan sempurna saat mengemudi sejauh 620.000 kilometer tanpa kecelakaan lalu lintas atau keluhan dari penumpang sejak tahun 2003. Warga Hangzhou, tempat asal Wu, di China timur memuji dia sebagai pahlawan dan teladan.

Salah satu ciri dan mental seorang pahlawan adalah tidak mementingkan diri sendiri. Sikap ini bukanlah bawaan lahir, melainkan dibutuhkan penundukan diri yang terus diproses dari hari ke hari. 

Sumber : kompas/vina
Halaman :
1

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?