Takut Kalah dari Asing, UU Sisdiknas Lahir

Nasional / 7 May 2012

Kalangan Sendiri

Takut Kalah dari Asing, UU Sisdiknas Lahir

daniel.tanamal Official Writer
6230

Rintisan Sekolah Berstandar Internasional (RSBI) masih menjadi topik memanas dalam ranah pendidikan di Indonesia. Beberapa orangtua dan aktivis pendidikan melakukan uji pasal 50 ayat (3) UU Sisdiknas yang dianggap diskriminatif, karena praktik perlakuan berbeda yang berdampak besar pada pemerataan pendidikan di Indonesia.

"Dalam konteks RSBI ada kecenderungan kita untuk ingin menjadi bangga sebagai Indonesia. ada ketakutan, Indonesia akan kalah dari asing. Ketakutan bahwa asing menjadi lawan adalah latar belakang dari UU ini," ungkap psikolog dari Universitas Indonesia (UI), Bagus Takwin.

Dalam sidang pengujian materi UU No 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 50 ayat 3 di gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (3/5), Bagus yang menjadi saksi ahli menilai bahwa ada sebagian orang Indonesia yang punya kebutuhan tinggi untuk bisa bangga dalam waktu singkat. Misalnya ketika menjadi juara olimpiade atau sepakbola internasional, kebanggan akan Indonesia mencuat. Agar kebanggan itu konsisten, dibentuklah RSBI.

Pengujian pasal 50 ayat (3) UU Sisdiknas ini sendiri dilakukan karena diskriminatifnya aturan itu. Keberadaan pasal itu menimbulkan praktik perlakuan yang berbeda antara sekolah umum dan RSBI/SBI. Misalnya, dalam sekolah umum fasilitasnya minim dan guru-gurunya kurang memenuhi kualifikasi. Sementara di sekolah RSBI fasilitas lengkap dan guru-gurunya berkualitas. RSBI juga menggunakan bahasa Inggris sebagai pengantar.

Data yang didapat pemohon ada sekitar 1.305 RSBI di berbagai level pendidikan. Padahal dalam pasal yang digugat koalisi ke MK disebut pemerintah minimal menyelenggarakan satu satuan pendidikan bertaraf internasional.

Tidak perlu bersusah payah menggunakan instrumen pendidikan bertaraf internasional, jika kita saja tidak mempraktekkan pendidikan karakter yang sesuai dengan idealita bangsa dan nafas Firman Tuhan. Segala sesuatunya akan berjalan baik, jika dasar karakter kita telah terbentuk.

Sumber : detiknews
Halaman :
1

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Layanan Doa dan Bimbingan Rohani CBN Indonesia
Shalom 🙏
Terima kasih sudah mengunjungi kami.
Kami ada untuk mendengarkan, mendoakan, dan mendampingi perjalanan Anda.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?