Beras palsu yang terbuat dari bahan campuran kentang, ubi jalar, dan resin sintetis industri itu awalnya dijual bebas di Kota Yaiyuan, Provinsi Shaanxi, China. Namun berdasarkan laporan sebuah media asal Korea, The Weekly Hong Kong, beras yang mengandung bahan plastik kini beredar luas di pasaran.
Beras itu memiliki tampilan yang sama dari kasat mata, namun saat dimasak beras itu akan terasa sangat keras dan sulit untuk dicerna, seperti dikutip dari Asianews.it, Senin (9/4). Latar belakang kenapa beras itu dibuat adalah karena biaya produksinya sangat rendah dan menjanjikan keuntungan yang tinggi.
Parahnya, menurut Asosiasi Restoran China, memakan tiga mangkuk nasi palsu ini akan sama seperti memakan satu kantong plastik. Senyawa plastik itu akan berdampak buruk bagi kesehatan manusia jika dikonsumsi, seperti menyebabkan gagal ginjal. China memiliki catatan keamanan pangan yang sangat rendah, pada tahun 2008 sebanyak enam bayi meninggal karena meminum produk susu formula yang mengandung melamin.
Segala sesuatu yang palsu saat ini banyak beredar di pasaran. Mulai dari produk kosmetik, obat-obatan sampai kebutuhan manusia sehari-hari. Tentu akibat yang ditimbulkan berdampak buruk. Berhati-hatilah dalam menggunakan suatu produk.
Sumber : tribunnews/loishoriyantiIkuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”