Berkorban Dengan Tulus

Marriage / 4 April 2012

Berkorban Dengan Tulus
Budhi Marpaung Official Writer
6255

Dalam setiap hidup berumah tangga, pasti ada pengorbanan di dalamnya. Tidak hanya istri, seorang suami pun juga melakukannya. Hanya saja harus diakui dalam praktik, hal pengorbanan kerap dijalankan dengan salah. Mengapa begitu? Berikut sejumlah alasannya:

1. Pengorbanan bukanlah tindakan saling membalas budi. Ini jelas paradigma yang keliru karena pengorbanan pada dasarnya adalah suatu tindakan tulus seseorang yang lahir karena dia sebelumnya sudah merasakan dan memiliki kasih Allah. Jadi, adalah sesuatu yang mustahil, jika seseorang mengaku sebagai orang percaya, tetapi dia begitu sulit untuk berkorban bagi orang lain.

2. Pengorbanan tidak perlu disimpan-simpan di dalam memori. Apa yang telah Anda lakukan bagi pasangan Anda, tidak perlu Anda ingat-ingat. Percayalah, meski pun Anda lupa dengan tindakan Anda tersebut, Tuhan mengingat dan mencatatnya. DIA akan menanamkan memori tentang pengorbanan-pengorbanan Anda itu ke dalam diri pasangan Anda. Jadi, tidak perlu Anda membangkit-bangkitkan tentang apa yang telah Anda korbankan kepada pasangan Anda.

3. Menyembunyikan perasaan tidak sama dengan pengorbanan. Seringkali suami atau istri berpikiran yang menyimpan lama-lama “perasaan tak enak kepada pasangan” adalah salah satu bentuk pengorbanan. Padahal ini tidaklah tepat. Semakin Anda sering menyimpan hal-hal yang menyakitkan yang diakibatkan oleh pasangan, semakin Anda melukai diri Anda sendiri dan berpotensi melukai juga pasangan Anda. Biar hal ini tak terjadi maka saat perasaan tak enak muncul karena tindakan pasangan Anda maka bicarakanlah dengannya hal itu sebelum hari berganti. Efesus 4:26 bersabda “Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu”.

Berkorban dengan tulus kepada pasangan adalah sebuah pilihan. Anda tidak bisa mengharapkan kerelaan dan kemurniaan itu secara otomatis ada di dalam diri Anda. Oleh karena hal tersebut adalah sesuatu yang cukup sulit untuk dilakukan maka mintalah pertolongan Roh Kudus. Saat Anda memohon bantuan-Nya, DIA akan menuntun Anda untuk menjadi seorang pasangan yang penuh kasih - yang berani dan tulus berkorban untuk pasangan yang dikasihinya.

Sumber : berbagai sumber/bm
Halaman :
1

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?