Setelah sebelumnya masyarakat Kalimantan Tengah menolak kehadiran ormas FPI di daerahnya dan menginspirasi gerakan “Indonesia Tanpa FPI” di dunia maya, penolakan kepada ormas yang dipandang sering berbuat anarkis tersebut meluas. Senin, (20/2) siang, beberapa ormas dari wilayah Kalimantan Timur yang tergabung dalam Forum Masyarakat Kalimantan Bersatu melakukan aksi menolak FPI di halaman Balaikota Balikpapan.
Dalam pernyataannya yang ditujukan kepada Wali Kota Balikpapan Rizal Eddendi dan Ketua DPRD Balikpapan Andi Buhanudin Solong, forum tersebut menyatakan bahwa masyarakat Indonesia yang terdiri berbagai suku, bahasa, ras dan agama adalah masyarakat yang cinta damai sehingga kehadiran FPI dapat merusak kebersamaan yang sudah terbangun termasuk di Kalimantan.
Dalam pernyataan sikap yang disampaikan oleh koordinator aksi, Bayer Gabriel, mereka meminta untuk FPI membubarkan diri dari Kalimantan secara sukarela, jika tidak maka segenap elemen di Kalimantan akan mengambil sikap dan tindakan yang tegas demi menjaga kerukunan umat beragama di Kalimantan dan NKRI.
Aksi yang dijaga oleh puluhan polisi tersebut berlangsung dengan damai. Syaiful Bachri, Kepala Kesatuan Bangsa Polisi Pamong Praja (Kembangpol) Balikpapan yang menerima pernyataan forum tersebut menyatakan akan mempertimbangkan permintaan tersebut. Namun pihaknya menegaskan bahwa hingga saat ini FPI belum terdaftar di Kembangpol Balikpapan.
Baca juga berita lainnya :
Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”