Ketika Kata Cerai Hampir Terucap

Marriage / 28 January 2012

Kalangan Sendiri
Ketika Kata Cerai Hampir Terucap
Lois Official Writer
5547

Ketika sebuah kata cerai terlontar dari mulut, saat itu juga pernikahan Anda telah berakhir. Padahal, manusia pada dasarnya menginginkan kehidupan rumah tangga yang harmonis, siapapun dia. Namun kenyataannya, tidak sedikit pasutri yang mengambil keputusan ini. Ada banyak penyebab mengapa seseorang menginginkan perceraian. Sayangnya, mereka banyak yang percaya bahwa perceraian adalah satu-satunya jalan keluar, padahal itu hanya mitos belaka.

Perceraian bukanlah jalan keluar yang mudah
Perceraian tidak pernah menjadi jalan keluar yang mudah. Butuh keberanian untuk meninggalkan pernikahan yang menyiksa ketimbang hanya bertahan pada situasi yang buruk itu. Saat Anda tidak bahagia dan memutuskan untuk sendiri, percayalah, perceraian adalah jalan tersulit yang Anda ambil. Apalagi jika hubungan Anda sudah menghasilkan anak.

Perceraian selalu menyalahkan satu pihak
Pernikahan adalah hubungan dua orang manusia, laki-laki dengan perempuan, yang diteguhkan di dalam Tuhan. Karena pernikahan itu membutuhkan dua orang, maka ketika perceraian terjadi, bukan satu pihak saja yang salah tapi keduanya.

Setelah perceraian, keadaan akan baik-baik saja
Tidak. Keadaan seseorang yang telah bercerai kebanyakan tidak bertambah baik. Ada yang tetap digosipkan karena perceraiannya, terkadang buat wanita. Ada juga pertengkaran lainnya dengan mantan karena hak kepengurusan anak, ada juga yang mulai merasa berat harus menanggung hidup seorang diri.

Anak-anak akan baik-baik saja setelah perceraian
Anak-anak korban perceraian tidak pernah baik-baik saja, terutama jika dia tinggal dengan satu orangtua saja. Ketimpangan terjadi karena hilangnya salah satu sosok. Anak-anak akan merasa bahwa karena dialah orangtuanya bercerai. Hal ini akan terus berpengaruh sampai dia dewasa.

Karena itu, perceraian bukanlah jalan keluar yang baik dan tepat untuk Anda. Ada banyak lembaga yang membantu Anda dan pasangan untuk keluar dari keterpurukan. Ada banyak jalan keluar lain yang positif yang dapat ditempuh. Melakukan rekonsiliasi adalah hal yang bisa dilakukan.

Sumber : okezone/lh3
Kalangan Sendiri
Halaman :
1

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Layanan Doa dan Bimbingan Rohani CBN Indonesia
Shalom 🙏
Terima kasih sudah mengunjungi kami.
Kami ada untuk mendengarkan, mendoakan, dan mendampingi perjalanan Anda.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?