Ragam Perayaan Natal: Orang Muslim Bawakan Renungan

Internasional / 28 December 2011

Kalangan Sendiri

Ragam Perayaan Natal: Orang Muslim Bawakan Renungan

Lestari99 Official Writer
4221

Sepanjang perayaan Natal kemarin begitu banyak hal unik yang terjadi. Di Klaten, Jawa Tengah, seorang muslim mengisi sepenggal renungan di Gereja Katolik Paroki Roh Kudus Kebon Arum. Di hadapan 2.000 jemaat yang hadir, Udi Prasojo, warga yang turut ambil bagian dalam mengamankan jalannya ibadah, didaulat Romo Kirdjito untuk membagikan renungan mengenai kebersihan lingkungan pada renungan Misa Natal Sabtu malam (24/12). Udi diminta menceritakan pengalamannya menyelamatkan kebersihan sungai dan saluran irigasi dari serbuan sampah rumah tangga yang dibuang oleh warga setempat.

Sebagaimana dilansir Antara News, Udi berujar, “Rumah saya tepat berada di samping saluran irigasi, dan otomatis setiap hari saya melihat sampah-sampah memenuhi saluran tersebut. Akhirnya saya dan warga berinisiatif untuk membersihkannya. Tentu saja saat membersihkan sampah tersebut saya menggerutu, tetapi lama-lama saya berfikir untuk apa menggerutu, lebih baik berdzikir. Subhanallah, subhanallah... itu yang selalu saya ucapkan sebagai pengganti kata makian dan gerutuan yang seringkali keluar dari mulut saat menyingkirkan sampah-sampah tersebut.”

Sontak jemaat di gereja tersebut langsung bertepuk tangan mendengar penuturan Udi. Tidak hanya Udi, dua orang lainnya didaulat oleh Romo Kirdjito untuk menuturkan pengalaman dan perjuangannya membersihkan sungai dan saluran irigasi yang letaknya dekat dengan gereja tersebut. Setelah itu Romo Kirdjito meminta seluruh jemaat untuk mendoakan Udi dan orang-orang yang telah berbuat positif dalam mengupayakan kebersihan lingkungan, terutama sungai dan saluran irigasi agar terbebas dari sampah dengan membaca Salam Maria. Tema yang diangkat hari itu memang mengenai kebersihan lingkungan, terutama menyangkut kebersihan air di sekitarnya.

Dari kejadian ini kita dapat belajar bahwa menjadi berkat tidak harus selalu dilakukan antara saudara seiman saja. Apalagi untuk berkarya nyata bagi negeri ini, tidak dibutuhkan agama tertentu atau dari latar belakang tertentu. Setiap warga negara dapat berkarya nyata bagi negeri ini dengan saling bergandengan tangan antara warga masyarakat tanpa memandang agama, ras, suku maupun latar belakang apapun.

Sumber : antaranews
Halaman :
1

Ikuti Kami