Kim Jong-Il Wafat, Doakan Korea Utara Terbuka Bagi Injil

Kim Jong-Il Wafat, Doakan Korea Utara Terbuka Bagi Injil

Puji Astuti Official Writer
3423

Wafatnya pemimpin Korea Utara, Kim Jong-il membuat dunia bertanya-tanya tentang masa depan kebebasan beragama terutama masa depan para pemeluk agama Kristen di negara tersebut.

Sebuah organisasi misi yang berbasis di Colorado, Seoul USA pesimis dengan calon pengganti Kim Jong-il akan melakukan perubahan bagi kebebasan beragama di Korea Utara. Pemimpin pelayanan tersebut, Matt Dubois menyatakan dirinya tidak berharap terjadi perubahan yang besar, dan disana penganiayaan terhadap umat Kristen akan tetap terjadi. Bahkan ia memprediksi jika putra Kim Jong-il, Kim Jong-un yang akan menjadi suksesor maka kondisi akan semakin buruk.

Berdasarkan laporan Open Doors USA, para pemeluk Kristen di Korea Utara dapat ditangkap karena imannya dan kepemilikan Alkitab. Mereka akan dihukum kerja paksa atau juga dihukum mati. Saat ini Open Doors memperkirakan di Korea Utara ada sekitar 400.000 orang Kristen.

Saat ini, Seoul USA dan Voice of the Martyrs Korea membuat sebuah sekolah untuk orang Korea Utara yang melarikan diri ke Korea Selatan untuk memperlengkapi mereka dengan alat dan pengertian yang benar bahwa mereka perlu kembali ke negara asal mereka untuk menyebarkan iman mereka. Sekolah yang berlokasi di Seoul tersebut bernama Undergroun University.

Dengan wafatnya Kim Jong-il ini, sebuah momentum kegerakan rohani bagi Korea Utara sedang menanti. Mari kita doakan agar pintu-pintu bagi penyebaran iman dan kasih di Korea Utara terbuka dan banyak jiwa dimenangkan di negara yang selama ini terisolasi tersebut.

Baca juga artikel lainnya:

Sumber : Christian Post|Puji Astuti

Ikuti Kami