Dua orang remaja hanyut dan dinyatakan hilang di Kali Gongseng, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Sabtu (10/12). Hingga kini, Senin (12/12), warga masih terus berupaya mencari keduanya di sekitar Kali Ciliwung yang merupakan muara kali tersebut.
Unsur gabungan dari kepolisian, TNI, SAR, Damkar, dan Satpol PP terjun ke lokasi kejadian dan menyusuri kali tersebut hingga Kali Ciliwung, namun sejak Minggu (11/12) petang tim tersebut telah menghentikan pencarian.
Warga yang masih belum putus asa akhirnya menggunakan cara alternatif, yaitu meminta bantuan dukun. "Pencarian dengan dukun itu inisiatif dari masyarakat," kata Kapolsek Pasar Rebo, Kompol Sutardi seperti di kutip dari detik, Senin (12/12).
Sutardi menyatakan, sebagian masyarakat masih mempercayai bila hal mistis dengan menggunakan media supranatural itu dapat membuahkan hasil pencarian dua remaja perempuan bernama Denanda Danar Pratiwi (16) dan Hening Trihandayani (16).
Kepedulian masyarakat sekitar untuk tetap mencari korban adalah hal yang baik, namun jalan alternatif yang digunakan tidaklah tepat dan justru akan menimbulkan masalah baru. Minimnya pengetahuan membuat seseorang suka mengambil jalan pintas dan akhirnya terjerat okultisme, padahal okultisme adalah wujud ketidakpercayaan seseorang kepada Tuhan. Daripada menggunakan jasa dukun, lebih baik lanjutkan pencarian sambil terus berdoa.
Sumber : berbagaisumber/vnIkuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”