Freeport Ingkar Janji, Bentrok Pun Terjadi

Freeport Ingkar Janji, Bentrok Pun Terjadi

PrincessPina Cahyonoputri Official Writer
1622

Ketenangan  di bumi cendrawasih terus terusik. Belum tuntas penyusutan konflik di Puncak Jaya Papua akibat sengketa Pilkada, pagi ini terjadi bentrok di Timika Papua yang melibatkan Polisi dan karyawan PT. Freeport Indonesia (PTFI). Bentrokan yang menyebabkan satu orang tewas dan tujuh orang polisi luka-luka ini, masih terkait dengan perselisihan antara perusahaan dengan serikat pekerja. Bentrok antara massa pekerja dengan aparat keamanan berawal saat ribuan massa memprotes tambang di Tembagapura yang masih tetap beroperasi.

Mereka adalah para pekerja yang sebelumnya mogok kerja karena menuntut kesejahteraan lebih baik. Menurut karyawan, hasil kesepakatan minggu lalu, tambang di Tembagapura sementara akan dihentikan sampai tercapai kesepakatan antara pihak perusahaan dan pekerja. Namun, menurut pihak pekerja, Freeport ingkar janji dan diam-diam tetap menjalankan operasional tambang dengan mendatangkan pekerja dari luar Papua.

Sempat terjadi negosiasi antara pihak karyawan dan perwakilan tujuh suku dengan Kepolisian dari Polres Mimika. Namun saat terjadi negosiasi, ada suara teriakan dari massa perwakilan tujuh suku. Teriakan itu rupanya membuat Brimob yang berjaga terkejut dan melepaskan tembakan . Suara tembakan tersebut bukannya menenangkan massa, namun malah membuat mereka beringas. Massa pun melempari pasukan Brimob dengan batu. Tak ayal, balasan tembakan ke arah massa pun terjadi.

Juru bicara PTFI, Ramdani Sirait, menyayangkan aksi bentrokan antara karyawan dan aparat kepolisian, "Kami menyesalkan telah terjadi gangguan pagi ini di lokasi (Gorong-Gorong) di Timika, sebuah terminal tempat perusahaan menyediakan transportasi bus untuk karyawan kami," ucapnya. Senin (10/10/2011) pagi seperti dikutip di kompas.com

Ikuti Kami