Kesembuhan Ilahi, Masihkah Mukjizat Ini Terjadi?

Kesembuhan Ilahi, Masihkah Mukjizat Ini Terjadi?

Puji Astuti Official Writer
14757

Saat Anda sakit atau seorang yang Anda kasihi sakit, terlebih lagi penyakit yang diderita adalah penyakit kronis, Anda mungkin bertanya-tanya, “Bisakah disembuhkan?” Kabar baiknya, Alkitab berkata ada harapan kesembuhan bagi mereka yang percaya kepada Yesus.

Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh. ~ Yesaya 53:5

Namun bagaimanakah bisa mengalami kesembuhan Ilahi itu?

Alkitab menyatakan bahwa Tuhan meminta kita untuk berseru kepada-Nya meminta kesembuhan. Dalam Keluaran 15:26 berkata, “sebab Aku Tuhanlah yang menyembuhkan engkau” dan kita bisa berseru kepada-Nya “Jehovah Rapha” atau Allah penyembuhku.

Banyak orang berpikir bahwa mukjizat tidak lagi terjadi di hari ini. Namun hal itu tidak benar, pengurapan-Nya masih berlaku hingga saat ini. Tuhan masih tetap sama, pribadi-Nya tidak pernah berubah dulu, sekarang dan selamanya.

Iman

Seperti berkat yang turun dari atas, kesembuhan Ilahi hanya bisa kita terima dengan iman kepada kuasa yang ada pada Tuhan Yesus Kristus. Hal ini jelas tampak dari kejadian-kejadian kesembuhan pada masa Yesus melayani. 

Perwira yang hambanya sakit

Tetapi jawab perwira itu kepada-Nya: "Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku, katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh.” ~ Matius 8:8

Wanita yang 12 tahun pendarahan

Karena katanya dalam hatinya: "Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh." ~ Matius 9:21

Perempuan Kanaan yang anaknya sakit

Maka Yesus menjawab dan berkata kepadanya: "Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki." Dan seketika itu juga anaknya sembuh. ~ Matius 15:28

Jangan cari metodenya, cari sang sumber kesembuhan

Metode Tuhan menyembuhkan seseorang tidak pernah sama, Dia memiliki cara unik untuk menjamah kehidupan seseorang. Jika Anda menyelidiki Alkitab, Yesus tidak pernah menggunakan satu metode saja ketika melakukan mukjizat kesembuhan.

Dia melakukannya mulai dari hanya berfirman, jubah-Nya yang dijamah, mengusir setan, meletakkan tangan, hingga menggunakan air liur dan tanah yang diaduk untuk mencelikkan orang buta.

Jadi, jangan cari metodenya, tapi carilah Sang Penyembuh itu sendiri. Bagaimana Anda terhubung dengan Yesus Kristus lah yang menentukan kesembuhan Anda. Fokuskan hidup Anda kepada Yesus, Dia berjanji, “Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.” (Yohanes 10:10b).

Iblis datang hanya untuk mencuri dari hidup Anda (Yohanes 10:10a), namun ketika Anda datang kepada Yesus, Dia akan kembali merebut apa yang telah dicuri, bahkan memberikan Anda kelimpahan kepada Anda, hal ini termasuk kesehatan Anda.

Jangan batasi Tuhan

Jika percaya kesembuhan Ilahi di dalam Yesus Kristus, apakah saya masih perlu dokter? Jika itu pertanyaan Anda, maka jawabannya adalah “Ya”. Tuhan masih memakai dokter untuk menyembuhkan mereka yang sakit. Mau tahu buktinya? Yesus sendiri pernah menyebut tentang tabib sekalipun tidak untuk konteks hal ini.

Lalu jawab Yesus kepada mereka, kata-Nya: "Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit;” Lukas 5:31

Bahkan salah seorang murid Yesus sendiri adalah seorang tabib, yang menurut sejarahwan, dia masih mempraktekkan ilmunya bahkan setelah kenaikan Yesus Kristus ke Sorga.

Salam kepadamu dari tabib Lukas yang kekasih dan dari Demas. ~ Kolose 4:14

Saudara, percayalah bahwa kuasa Tuhan masih ada hingga saat ini. Tangan-Nya masih bisa menjangkau hidup Anda, terkadang dia memakai orang-orang sekeliling Anda yang berdoa bagi Anda, terkadang dia memakai hamba Tuhan, dan juga Dia bisa memakai dokter untuk menunjukkan tangan kasih-Nya tidak pernah meninggalkan Anda. Namun yang utama dari semua itu, iman Anda kepada-Nya yang menjadi faktor penentu. Dan “iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.” (Roma 10:17).

Ikuti Kami