Seribu Warga NU Minta Radio Berbau SARA ditutup

Nasional / 2 October 2011

Seribu Warga NU Minta Radio Berbau SARA ditutup
Budhi Marpaung Official Writer
2601

Sekitar seribu warga Nahdlatul Ulama atau Nadhliyin di Kabupaten Ponorogo, Kamis (29/9) lalu, melakukan demonstrasi di pusat kota. Aksi ini dipicu oleh sebuah acara siaran radio Idzatul Al Khoir yang dianggap telah menyudutkan kaum mereka.

Disebutkan dalam acara yang disiarkan pada 6 September 2011, bahwa amaliyah Ahlussunnah Wal Jamaah merupakan peninggalan agama tertentu di masa lampau.

Menurut koordinator aksi, Ahmad Subekhi ada lima orang saksi yang mendengar siaran tersebut. “Dalam siaran radio itu, mereka mengafirkan sesama muslimin. Ini sangat menyakitkan. Jangan sekali-kali menyebut dirinya adalah yang paling benar,” ujar pria yang juga merupakan komandan Banser Ponorogo.

Oleh karenanya, ia mendesak pihak-pihak terkait, segera menutup segala aktivitas radio tersebut. “Jika usai aksi ini, radio tidak segera ditutup, kami akan demo menurunkan massa yang lebih banyak,” ungkapnya.

Dalam pandangan para peserta demonstrasi, radio Idzatul Al Khoir telah menyebarkan ajaran berbau pertentangan SARA (Suku, Agama, Ras dan Antargolongan).

Adapun sejumlah ormas NU yang ikut protes massal tersebut berasal dari Gerakan Pemuda Ansor, Banser, PMII, IPNU, serta IPPNU.

Sumber : tribunnews.com/bm
Halaman :
1

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?