Jika Anda hidup dalam pernikahan dimana Anda sangat jarang berhubungan seks dengan pasangan Anda (kurang dari 10 kali dalam setahun), Anda tidak sendirian. Diperkirakan sekitar 40 juta pasangan menikah di Amerika hidup dalam pernikahan tanpa melakukan seks sama sekali atau intensitas aktivitas seks mereka sangat rendah. Jika kedua belah pihak tidak bermasalah dengan kehidupan tanpa seks, maka hal itupun tidak menjadi masalah. Tapi tidak demikian yang terjadi dengan sebagian besar pasangan menikah yang miskin seks ini. Paling tidak salah satu pihak merasa tidak bahagia dan menginginkan keintiman seksual yang lebih lagi. Kebanyakan terapis percaya bahwa kondisi ini terjadi sebagian merupakan keputusan pihak wanita dan sebagian lagi merupakan keputusan pihak pria.
Di dalam buku yang mengungkapkan hasil survei lebih dari 4.000 pria dan wanita yang berada dalam situasi ini, Dr. Bob Berkowitz dan istrinya, Susan Yaeger-Berkowitz, mendapati sangat sering terlontar dari para respondennya yaitu komentar seperti “Dia hanya tidak lagi bergairah untukmelakukannya.”
Beberapa alasan utama yang diungkapkan responden pria kenapa mereka berhenti melakukan hubungan seks adalah:
Survei ini menunjukkan baik pria maupun wanita merasa sakit hati, bingung dan tidak begitu menarik ketika pasangan mereka menolak untuk berhubungan seks.
Alasan mengapa para pria berpikir istri mereka tidak mau berhubungan seks dengan mereka:
Setelah kami melakukan peninjauan ulang dari beberapa sumber, kami menyimpulkan alasan wanita tidak ingin berhubungan seks dengan suami mereka adalah:
Sangat disayangkan namun ini yang terjadi, beberapa pria maupun wanita justru sengaja menahan diri untuk tidak berhubungan seks sebagai bentuk hukuman. Mereka berpikir, “Kenapa saya harus memberikan seks ketika ia tidak akan memberikan apa yang saya inginkan?” Dalam banyak kasus, salah satu maupun kedua belah pihak memegang daftar keluhan yang sangat panjang – beberapa di antaranya mungkin tidak akan pernah dapat dipenuhi dan dijadikan alasan untuk tidak intim lagi secara emosional maupun seksual.
Jika Anda merupakan pasangan dimana salah satu maupun kedua belah pihak tidak merasa bahagia karena kurangnya keintiman seksual di dalam pernikahan, kami mendorong Anda untuk mencari bantuan. Anda bisa saja merasa puas tanpa perlu berhubungan seks namun pasangan Anda tidak selalu demikian. Jika salah satu pihak bermasalah, maka Anda berdua bermasalah karena kemarahan dan kebencian yang dirasakan satu sama lain akan diekspresikan dengan berbagai cara dan kerusakan dalam hubungan Anda pun akan terus berlanjut. Ingatlah bawa masalah di dalam pernikahan tidak akan membaik dengan menganggap masalah itu tidak ada. Sikap seperti itu justru dapat membuat segalanya menjadi semakin buruk.
Sumber : mfgmarriage.comIkuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”