Hari Yang Baru

Hari Yang Baru

Budhi Marpaung Official Writer
      4294
Mazmur 118:24
“Inilah hari yang dijadikan Tuhan, marilah kita bersorak-sorak dan bersukacita karenanya!”

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 100; Lukas 12; Yosua 11-12

Pemain cello terkenal, Pablo Casals, pernah menyampaikan pernyataan yang menantang ini: “Selama 80 tahun terakhir ini saya memulai setiap hari dengan cara yang sama...saya duduk di depan piano dan memainkan dua buah prelude dan fuga karya Bach. Saya tidak dapat melakukan hal yang lain. Ini semacam doa berkat dalam rumah saya. Tetapi bagi saya maknanya bukan itu saja. Saya menemukan kembali dunia dimana saya bersukacita karena menjadi bagian di dalamnya.”

Jika seorang musisi yang penuh dedikasi telah memulai harinya dengan cara seperti itu, maka kita orang Kristen, berkat Roh Kudus yang memampukan kita, tentu dapat mempersembahkan setiap hari yang baru bagi Tuhan kita. Dimanapun kita berada atau bagaimana pun situasi yang kita hadapi, setiap hari kita dapat memutuskan untuk mempersembahkan waktu-waktu kita untuk memuji Allah. Seperti yang ditulis Daud, “Inilah hari yang dijadikan Tuhan, marilah kita bersorak-sorak dan bersukacita karenanya” (Mazmur 118:24).

Jika Anda merasa kesepian atau menghadapi penderitaan saat sekali lagi harus menanggung beban, Anda dapat menerima berkat Allah dan menjadi saksi yang hidup tentang bagaimana Allah selalu mencukupkan. Jika Anda selalu bersyukur dan memuji Tuhan, Anda pun dapat menceritakan kebaikan Allah kepada orang lain.

Yakobus mengingatkan bahwa kita “tidak tahu apa yang akan terjadi besok” (Yakobus 4:14). Dan itu juga menjadi alasan mengapa kita perlu mempersembahkan setiap hari untuk bersukacita di dalam Tuhan.

Jika Anda mengenal Yesus maka Anda selalu memiliki alasan untuk bersukacita.

Sumber: Kingdom Magazine Edisi Maret 2010

Ikuti Kami