Seminari Gereja Katolik pertama di Kuba sudah diresmikan pembangunannya dengan restu dari pemerintah Kuba. Pembangunan seminari ini memperlihatkan semakin meningkatnya hubungan antara gereja dan negara di Kuba dalam beberapa tahun belakangan.
Presiden Kuba, Raul Castro, bersama Uskup Gereja Katolik Kuba, Kardinal Jaime Ortega, memimpin peresmian batu pertama pembangunan seminari, seperti dilaporkan wartawan BBC di Havana, Michael Voss.
Hadir juga dalam peresmian antara lain para pimpinan Gereja Katolik dari Vatikan maupun beberapa uskup dari Amerika Serikat, termasuk Uskup Agung Miami, tempat sejumlah besar warga pengasingan Kuba menetap.
Pembangunan ini merupakan pembangunan skala besar gereja yang pertama di Kuba dalam waktu 50 tahun belakangan. Setelah revolusi, Presiden Kuba, Fidel Castro, mengubah Kuba menjadi negara ateis dan mengusir para pendeta serta menyita properti gereja menjadi milik negara.
Namun ketegangan antara Kuba dan Vatikan tampaknya mulai mereda setelah kunjungan Paus Johannes Paulus II sekitar sepuluh tahun lalu. Dan tahun ini, Gereja Katolik berperan dalam membebaskan sejumlah tahanan politik.
Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”