Bila Dibubarkan, FPI Cari Nama Baru

Nasional / 31 August 2010

Kalangan Sendiri

Bila Dibubarkan, FPI Cari Nama Baru

Budhi Marpaung Official Writer
3438

Wacana pembekuan sejumlah organisasi massa (Ormas) yang kerap melakukan aksi kekerasan di Indonesia ditanggapi dingin oleh Front Pembela Islam (FPI).

Sekretaris FPI, Habib Noval, Senin (30/8) malam menyatakan pihaknya tidak takut apabila pemerintah Indonesia pada akhirnya membekukan bahkan membukarkan FPI. "Kalau harus dibubarkan silahkan saja. Kami bisa buat lagi, dan nama bisa diatur," ujar Habib Noval di depan para wartawan yang mewawancarainya.

Dalam pandangan Noval, rencana merevisi UU Ormas yang berdampak pada pembubaran merupakan urusan Pemerintah.  Noval merasa organisasinya selalu jadi target. "Kami memang sedang dipancing terus dan jadi target. Turun salah tidak turun salah," tegasnya.

Pada rapat gabungan antara pemerintah yang diwakili empat menteri dan tiga pejabat negara setingkat menteri dengan anggota DPR, Senin kemarin, Kapolri Jenderal Polisi Bambang Hendarso mengatakan bahwa ormas yang telah berulang kali melakukan tindakan anarki, sudah selayaknya dibekukan.

Dari data yang dimiliki Polri, ada tiga ormas yang melakukan tindakan kekerasan berulang-ulang. Mereka adalah Front Pembela Islam (FPI), Forum Betawi Rempug (FBR), dan Barisan Muda Betawi.

Sumber : VIVAnews
Halaman :
1

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Layanan Doa dan Bimbingan Rohani CBN Indonesia
Shalom 🙏
Terima kasih sudah mengunjungi kami.
Kami ada untuk mendengarkan, mendoakan, dan mendampingi perjalanan Anda.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?