Besarnya penolakan dari masyarakat terhadap rencana DPR untuk membangun "rumah aspirasi" di daerah pemilihannya, membuat DPR berencana akan membatalkan wacana tersebut.
"Pembangunan rumah aspirasi per anggota DPR sudah hampir pasti tidak jadi karena penolakan rakyat luar biasa. Pembatalan bisa dilakukan kalau opsi membuang pasal rumah aspirasi dalam tatib DPR disetujui," demikian keterangan dari Wakil Ketua BURT DPR Pius Lustrilanang seperti dirilis oleh Detik.com, Kamis (12/8).
Tapi pembatalan ini bukan berarti tidak akan ada “rumah aspirasi”, namun diganti dari rumah aspirasi per anggota DPR menjadi rumah aspirasi kolektif anggota DPR pe dapil. Pilihan lain dari rumah aspirasi tersebut rencananya akan di bahas dalam rapat Panja Rumah Aspirasi, ketika reses teleh selesai.
Pembuatan rumah asprasi per anggota DPR yang menggunakan anggaran belanja negara memang dipandang pemborosan oleh banyak kalangan. Hal ini pun perlu di evaluasi, apakah benar nantinya rumah aspirasi tersebut menjadi saluran aspirasi bagi masyarakat kepada penguasa negeri ini atau hanya slogan saja.
Sumber : DetikIkuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”