Inilah seruan yang sedang didengungkan warga Pakis Baru, Pacitan, Jawa Timur, Rabu (21/07). Warga Pakis Baru bertekad keras akan berkorban hingga titik darah penghabisan jika situs monumen dilelang keluarga Roto Suwarno. Keluarga Roto Suwarno adalah ahli waris dari Roto Suwarno, pendiri dari Yayasan Pendiri Monumen Panglima Besar Jenderal Soedirman.
Pelelangan situs bersejarah ini bermula dari kekecewaan keluarga Roto Suwarno. Pemerintah setempat tidak mengurusi pengelolaan situs bersejarah itu. Mereka juga memprotes proyek revitalisasi monumen yang dilakukan pemerintah tanpa izin pewaris. Akibatntya, pengelolaan situs menjadi tidak jelas.
Tak adanya kesepakatan ganti rugi antara keluarga Roto Suwarno dengan pemerintah membuat pihak ahli waris memutuskan untuk melelang patung setinggi delapan meter dan sebuah rumah di puncak Bukit Gandrung, Pacitan seharga Rp 36 miliar. Pelelangan dimulai sejak awal Juli 2010 lewat media online. Sampai saat ini sejumlah tawaran datang di antaranya dari Filipina dan Malaysia.
Sampai berita ini diturunkan, hari ini warga Pakis Baru beramai-ramai berziarah ke makam Roto Suwarno. Mereka berdoa agar seluruh pewaris yayasan itu bijaksana memikirkan tindakan mereka melelang monumen bersejarah tersebut.
Sumber : metrotvnewsIkuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”