Pemerintah Australia melalui Perdana Menteri Julia Gillard beberapa waktu lalu mengumumkan bahwa negaranya akan menjadikan Timor Leste tempat penampungan dan pemprosesan para pengungsi dan pencari suaka. Namun hal tersebut menimbulkan protes dari sekelompok aktivis masyarakat sipil Timor Leste.
"Kami mengutuk keras kebijakan PM Australia yang ingin menjadikan Timor Leste sebagai kamp pengungsi bagi warga negara asing yang mencari suaka ke Australia," demikian ungkap Koordinator Program Komisi Eropa di Timor Leste Emanuel Bria di Kupang, Minggu (18/7).
Emanuel dan Luta Hamutuk Institute menentang kebijakan pemerintah Australia tersebut karena hal tersebut menurutnya akan menimbulkan masalah rasisme di negera yang masih dalam berkembang tersebut.
Para aktivis juga mengkritik Presiden Jose Ramos Horta yang menerima permintaan Perdana Menteri Australia tersebut. Permasalah pengungsi tersebut diperkirakan akan menambah masalah bagi Timor Leste dan negara-negara di wilaya pasifik terutama dibidang sosial dan ekonomi
Sumber : TV OneIkuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”