Kondisi lokomotif tua, meskipun sudah ketinggalan jaman tapi masih dipakai untuk menarik lori tebu di Pabrik Gula (PG) Tasikmadu, Karanganyar, Jawa Tengah. Lokomotif ini menarik perhatian komunitas pecinta lokomotif dari luar negeri dan mereka akan membuatkan film dokumenter.
“Komunitas pecinta lokomotif langka yang membuat film documenter berasal dari Jerman dan Swiss,” ujar Manager agrowisata Sondokoro PG Tasikmadu, Megantoro. Steam loco yang diabadikan adalah kereta uap Tasikmadu (TM) 6 buatan pabrik Orenstein & Koppel, Jerman tahun 1929.
Kereta uap tersebut pada tahun 80-an masih dipakai untuk menarik lori dari perkebunan tebu. Namun, pada tahun 90-an hanya dipakai di lingkungan pabrik setelah fungsinya digantikan angkutan truk.
Sebelumnya mereka telah berkeliling ke Tegal, Pekalongan, dan Ambarawa guna melihat kereta uap di sana. Setelah dari PG Tasikmadu, mereka akan melihat sepur Kluthuk Jaladara di Solo dan lokomotif milik perhutani Cepu. Mereka tertarik dengan TM 6 karena keberadaannya kini hanya ada di PG Tasikmadu dan Norwegia.
Keberadaan lokomotif kuno memang sangat menraik turis mancanegara untuk datang ke Sondokoro. Selain Swiss dan Jerman, banyak juga turis dari Inggris dan Jepang yang ingin menyaksikan loko uap menggandeng lori berisi tebu yang siap digiling. Saat ini agrowisata Sondokoro memiliki sembilan loko uap yang masih aktif.
Bukankah itu berarti Indonesia pada umumnya mempunyai banyak ‘bahan dasar’ untuk dikenal oleh masyarakat luar? Sebaiknya pemerintah benar-benar memperhatikan hal ini sehingga agrowisata, hutan, kekayaan alam, kebudayaan, kerajinan tangan, apapun yang dihasilkan Indonesia menjadi aset untuk kesejahteraan bangsa dan negara.
Sumber : detikcom/lh3Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”