Dituduh Pelihara Santet, Satu Keluarga Dibakar Hidup-hidup

Nasional / 17 May 2010

Kalangan Sendiri

Dituduh Pelihara Santet, Satu Keluarga Dibakar Hidup-hidup

Budhi Marpaung Official Writer
7116

Aksi main hakim sendiri sepertinya masih belum bisa hilang dari negeri ini, terutama bagi mereka yang hidup di daerah pedesaan. Hukum positif sepertinya tidak mempunyai kekuatan apabila emosi sudah memenuhi hati masyarakat. Seperti yang terjadi di Sumatera Utara, Sabtu (15/5) malam lalu.

Satu keluarga tewas dibakar hidup-hidup karena dituduh memelihara begu ganjang (santet). Gipson Simaremare, 60, Riama Br Rajaguguk,65, dan Lauren Simaremare,35, tidak dapat berbuat apa-apa ketika massa menyeret mereka keluar dari rumah mereka. Bahkan sang ayah (Gipson, red) harus ditusuk oleh tetangganya karena melakukan sedikit perlawanan.

Menurut kesaksian istri Lauren Simaremare, Tiur Br Nainggolan, 30, yang selamat dari peristiwa tersebut, sebelum menganiaya dan membakar, warga terlebih dahulu menggelar doa bersama. Mereka sangat yakin bahwa keluarga Gipson memelihara santet, meski tidak punya bukti yang kuat. Mereka hanya menduga Gipson berada di balik kematian sejumlah warga desa dalam beberapa waktu terakhir.

Sementara itu, Kapolres Tapanuli Utara AKBP J Didiek DP menyatakan bahwa pihaknya telah berusaha untuk meredam amarah warga dan menyelamatkan keluarga Gipson, tetapi api yang sudah membesar dalam tubuh para korban membuat nyawa mereka sudah tidak bisa tertolong kembali.

Ketika hukum dipandang sebelah mata oleh warganya maka inilah yang terjadi. Perlu ada keseriusan dari pemerintah semua tingkatan dari pusat sampai daerah terkecil dan pihak-pihak terkait untuk mencari cara agar masyarakat tidak sewenang-wenang untuk melakukan “pengadilan sendiri”. Gereja pun kiranya mengambil bagian dalam mendoakan dan membina rohani orang-orang yang disekitarnya. Bila semua ini telah berjalan dengan baik maka apa yang terjadi dua hari lalu, tidak akan kita temui di negeri ini di kemudian hari.

Sumber : Surya
Halaman :
1

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Layanan Doa dan Bimbingan Rohani CBN Indonesia
Shalom 🙏
Terima kasih sudah mengunjungi kami.
Kami ada untuk mendengarkan, mendoakan, dan mendampingi perjalanan Anda.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?