Berbisnis Itu Dekat Dengan Ketidakpastian

Investment / 5 May 2010

Berbisnis Itu Dekat Dengan Ketidakpastian
Budhi Marpaung Official Writer
3593

Kesalahan pertama dari orang yang sedang membangun bisnis atau investasi adalah kurangnya semangat berwirausaha. Mungkin secara fakta ia memang bukanlah seorang karyawan di sebuah perusahaan, tetapi seorang pemilik usaha. Hanya saja yang menjadi masalah, hal itu tidak membuktikan bahwa orang yang memiliki usaha memiliki mental seorang usahawan/ pebisnis.

Salah satu parameter seseorang memiliki semangat berwirausaha adalah sikapnya terhadap ketidakpastian - di dalam ketidakpastian terdapat resiko-resiko yang tidak terpikirkan sebelumnya.

Prof. Rhenald Kasali, Ph.D, dalam tulisan bukunya ‘Wirausah Muda Mandiri’ menyatakan yang kurang lebih sama tentang ketidakpastian dalam berbisnis. Di bukunya tersebut mengatakan banyak pemula yang gagal berwirausaha karena gagal menanamkan passion ke dalam alam ketidakpastian. Artinya, pebisnis pemula belum menyadari bahwa kegiatan berbisnis berdekatan dengan ketidakpastian. Bukan sekadar ada modal, pengembalian keuntungan, dan kejayaan.

Menjadikan ketidakpastian sebagai sahabat adalah prinsip yang harus dimiliki pebisnis awal. Memahami risiko dan bagaimana persepsi yang harus dibangun mengenai risiko, ini jauh lebih penting dalam berbisnis.

Berikut prinsip-prinsip bisnis yang diberikan Rhenald Kasali bagi para pengusaha baru dapat kuat ketika berjalan dalam alam ketidakpastian:  

* Pebisnis harus selalu bersiap menerima atau menghadapi kenyataan terburuk, meski selalu berharap yang terbaik.

* Belajar dari setiap langkah yang dijalankan dalam bisnis, meski pebisnis tidak selalu mendapatkan apa yang diinginkan atau direncanakan.

* Kenali dan bersahabat dengan data, informasi atas kegiatan berbisnis, hingga Anda mengenal pola, pelaku, dan akibat-akibatnya. Ketidakpastian eksis saat Anda tidak mengenali apa yang sedang dihadapi.

* Rumusnya adalah, semakin pasti suatu bisnis, semakin kecil risikonya, semakin kecil pula kemungkinan keuntungannya. Sebaliknya, semakin besar ketidakpastian, semakin besar keuntungan di baliknya.

* Semakin besar probabilitas keuntungan dari berbisnis, semakin besar risikonya.

* Sesuatu yang terkesan lebih pasti, terkandung ketidakpastian di dalamnya. Yang perlu dipastikan adalah persepsi terhadap risiko. Untuk mengurangi risiko, bersahabatlah dengan data dan informasi, tanamkan keahlian dan reputasi, bangun jejaring, fokus pada keunggulan, dan jalani bisnis dari sesuatu yang Anda cintai.

Sumber : Kompas Female
Halaman :
1

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?