Pada hari Minggu (2/5) lalu, Paus Benediktus XVI mengunjungi tempat penyimpanan kain kafan Yesus “Turin” yang kontroversial. Sebelum mengunjungi kain kafan itu, Paus muncul di depan umum di hadapan jemaat yang telah berkumpul menantikannya di depan St. Charles Square tempat Turin itu disimpan.
Dalam pesannya, Paus Benediktus mengatakan agar jemaat tidak kehilangan harapan yang terkandung dalam, “kebangkitan Kristus, atas kemenangan Tuhan atas dosa dan kematian,” demikian tulis Catholic News Agency mengutip pernyataan Paus.
Paus meminta untuk menjaga dan menyebarkan pesan yang terkandung dalam kain kafan Turin tersebut, dimana para murid-murid melihat penderitaannya tercermin dalam penderitaan Kristus.
Kain kafan Turin ini terakhir di pamerkan pada tahun 2000, lalu pada tahun 2002 mengalami restorasi besar dan baru di pamerkan kepada publik kembali pada 10 April lalu di Katedral Torino.
Kain kafan ini tampak penuh perbaikan tambal sulam yang dilakukan oleh para biarawati setelah sempat rusak terbakar dalam api pada abad ke-16. Kain kafan Turin ini menimbulkan kontroversi karena dipertanyakan keasliannya oleh para ahli. Namun bagi gereja Katolik yang merupakan pemilik resmi dari kain kafan ini, benda tersebut merupakan alat penting dalam pembuktian keimanan.
Sumber : CNNIkuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”