Bagaimana kita mengukur kekayaan kita? Apakah dengan cara menghitung seluruh aset perusahaan
yang kita miliki? Apakah dengan menghitung jumlah properti yang kita punyai? Apakah dengan menghitung penghasilan kita tiap bulan? Ataukah dengan menghitung seluruh harta benda yang kita miliki? Jika kekayaan hanya diukur melalui hal-hal itu saja, tentu kita semua adalah orang-orang yang miskin, sebab kekayaan yang sejati adalah kepunyaan kita yang tidak dapat ditukarkan dengan uang.
Dalam buku God's Little Instruction tertulis: "Ukurlah kekayaan bukan hanya dari harta yang Anda miliki, tetapi dari kepunyaan Anda yang tidak berwujud uang, aset, atau benda-benda lain, sebab kita memiliki sesuatu yang tidak akan pernah bisa dibeli dengan uang seperti rumah tangga yang harmonis, keluarga yang ideal, komunikasi dan hubungan yang akrab, sahabat-sahabat terbaik, damai sejahtera, sukacita, dan pengenalan akan Tuhan.
Sayangnya banyak orang terjebak mencari kekayaan yang semu seperti uang, materi, kedudukan dan hal-hal lain yang bisa dibeli dengan uang. Sehingga untuk mendapatkan hal-hal itu mereka justru mengorbankan rumah tangga, keluarga, komunikasi, bahkan mengorbankan hubungannya dengan Tuhan. Melalui tulisan ini kita disadarkan bahwa kita harus mencari kekayaan sejati, bukan kekayaan semu. Dengan demikian kita justru memfokuskan diri untuk mendapatkan hal-hal yang tidak dapat kita beli dengan uang, seperti keluarga misalnya. Jadi, saat kita bekerja tujuan kita bukanlah uang, tapi bagaimana kita membahagiakan keluarga. Kita boleh saja disibukkan oleh urusan pekerjaan, namun tetap saja kita memiliki waktu-waktu khusus untuk membangun komunikasi dan hubungan dengan keluarga. Inilah pencarian kekayaan sejati yang perlu kita renungkan. Bagaimana dengan Anda?
Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”