Bacaan Kitab Setahun: Mazmur 59; Markus 3; Bilangan 1-2
Benjamin Franklin menulis puisi kecil ini: "Jaga hati nurani tetap bersih, dan jangan pernah takut." George Bernard Shaw, seorang penulis besar Irlandia berkata, "Lebih baik menjaga diri Anda tetap bersih dan cerah; Anda adalah jendela yang membuat Anda harus melihat dunia."
Jika hati nurani merupakan konsep yang penting bagi para penulis sekuler ini, betapa kita sebagai orang Kristen harus lebih peduli dengan hati nurani kita supaya "murni di hadapan Allah dan manusia"? Tanpa hati nurani kita bagaikan perahu tanpa baling-baling penggerak di tengah lautan, atau rudal tanpa sistem penuntun.
Allah telah memberikan hati nurani kepada kita. Kehadirannya merupakan refleksi Allah dalam jiwa manusia. Namun demikian, dosa, dapat menumpulkan atau bahkan merusak hati nurani kita, mengecilkan suaranya dan membuat kita tersesat. Namun, firman Allah dapat memurnikan dan menajamkan hati nurani kita dan bila itu terjadi, "Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya" (Mazmur 23:3). Apakah ini terjadi dalam hidup Anda?
Membaca Alkitab tiap-tiap hari adalah cara terbaik agar hati nurani kita tidak tercemar oleh dunia ini.
Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”