‘Hyperparenting' adalah tindakan-tindakan yang dilakukan orang tua yang dinilai baik untuk anak mereka tanpa memperhatikan kebutuhan dan kemampuan anak mereka. Hal ini biasanya dilatarbelakangi oleh kekhawatiran orang tua akan masa depan anak mereka. Hati-hati, jangan sampai Anda terjebak menjadi orang tua ‘hyperparenting'!
Dibawah ini ada beberapa ciri orang tua yang ‘hyperparenting' sebagai berikut :
Hyperparenting perlu dihindari karena justru membawa dampak buruk bagi anak-anak Anda, antara lain : cepat lelah, sakit-sakitan, sulit untuk berkonsentrasi, pelupa, sulit makan atau sebaliknya banyak makan, tidak bisa tidur nyenyak dan lain-lain. Hal ini secara langsung akan mempengaruhi prestasi akademi mereka. Jika Anda tidak ingin hal ini terjadi pada anak Anda, Anda harus menjadi bijaksana dengan lebih memperhatikan kebutuhan dan kemampuan anak Anda daripada memberi beban kepada mereka dengan kegiatan-kegiatan yang Anda anggap baik untuk anak Anda lakukan.
Sumber : kompas.com/danIkuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”