Menyedihkan, Penduduk Indonesia Miskin Karena Rokok

Nasional / 19 January 2010

Kalangan Sendiri
Menyedihkan, Penduduk Indonesia Miskin Karena Rokok
Budhi Marpaung Official Writer
2907

Indonesia yang sampai saat ini masih terus berjuang membangun perekonomian menjadi lebih kuat dan bisa bersaing dengan negara-negara lain harus menerima kenyataan bahwa kemiskinan yang terjadi pada masyarakatnya ternyata akibat konsumsi rokok yang tinggi. Demikian hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional 2003-2005 yang kami kutip dari Kompas.com, Selasa 19 Januari 2010.

Dalam survei tersebut disebutkan bahwa 73 persen lebih kepala rumah tangga miskin di perkotaan adalah perokok. Angka ini juga tidaklah mengagetkan dibandingkan hasil yang menyebutkan bahwa masyarakat Indonesia lebih mendahulukan kepentingan menghisap berbahan nikotin itu daripada memenuhi kebutuhan pribadi seperti membeli beras.

Risiko kekurangan gizi pada anak-anak merupakan salah satu akibat yang juga harus diterima oleh mereka yang kerap merokok. Hal ini dapat terjadi karena adanya pengalihan pembelian makanan menjadi membeli rokok.

Keberadaan rokok di tengah-tengah masyarakat sampai saat ini masih terus menjadi pro dan kontra bahkan bagi dalam kalangan gereja sekalipun. Namun, melihat fakta-fakta diatas maka tidak ada alasan untuk ragu mengatakan Tidak kepada rokok! .

Sumber : Kompas.com/bm
Kalangan Sendiri
Halaman :
1

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Layanan Doa dan Bimbingan Rohani CBN Indonesia
Shalom 🙏
Terima kasih sudah mengunjungi kami.
Kami ada untuk mendengarkan, mendoakan, dan mendampingi perjalanan Anda.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?