Buah pikiran Sir Arthur Conan Doyle, Sherlock Holmes bahkan menginspirasi terciptanya detektif Conan, kini diangkat ke layer lebar. Walaupun tidak sama dengan Sherlock versi Sir Arthur, namun merupakan tampilan Sherlock yang fresh dan lebih bisa meraih hati fans muda dan baru zaman sekarang sehingga tidak terlihat kuno dan tua.
Walau tidak bias dibilang film wajib tonton tetapi bukan merupakan film yang biasa-biasa saja. Apakah bisa ditonton anak-anak, mungkin bisa dan relative pandangan kelayakannya dan tidak ada nilai positif yang mendidik dari film ini. Cerita film ini menceritakan bagaimana jika pemikiran logis melawan kepercayaan walau sesat. Mungkin itu juga yang dihadapi manusia zaman sekarang dimana semakin banyak hal yang diungkap memiliki penjelasan logis, namun ada hal-hal supra natural yang tidak dapat dijelaskan secara ilmiah tetapi memilik dampak nyata. Seperti halnya kita orang percaya dimana esensi Iman adalah mempercayai sesuatu yang tidak dapat ditelaah panca indera. Namun memiliki dampak didalam tiap pribadi manusia untuk itu kita perlu memiliki bukan saja Tubuh, Jiwa sehat tetapi juga Roh Hati yang Murni. Dan Itu hanya Tuhan yang bisa mengobati.Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”