Perang antar warga di Kwamki Lama belum bisa dihentikan. Hingga Jumat (8/1) dua kelompok warga Kwamki Lama, Kelurahan Harapan, Timika, Papua masih saling serang. Hingga kini terhitung 1 korban meninggal dan 70 orang korban luka-luka.
Polisi yang diturunkan sejumlah dua kompi bersama Brimob Detasemen B Polda Papua tidak mampu membujuk kedua pihak warga untuk berdamai. Area konflik terjadi di spanjang ruas jalan masuk ke Kwamki Lama di sekitar SDI Kwamki I dan Kios Panjang, namun telah berpindah ke kawasan hutan di belakang Gereja Kemah Injil Indonesia Jemaat Efata dan Anthiokia.
Menurut saksi yang diwawancarai oleh Antara News, konflik dua kelompok warga tersebut sulit di selesaikan jika dari "kelompok bawah" belum ada korban meninggal. Kelompok bawah dipimpin oleh Mekokme Murib, sedangkan kelompok atas Jalan Mabruk dipimpin oleh Kaminus Kinal.
Konflik yang berawal dari tindakan pemerkosaan dan tidak adanya penyelesaian sesuai hukum adat ini tidak dapat ditengahi oleh pihak kepolisian karena mereka tidak mengakui hukum negara dalam masalah ini.
Sumber : Antara NewsIkuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”