Sementara itu, menurut Dirjen Pengelolaan Utang Depkeu Rahmat Waluyanto penghematan biaya hutang ini setidaknya disebabkan oleh dua faktor. Pertama, dari kinerja pengelolaan hutang yang tepat sebesar Rp7,84 triliun, khususnya melalui penerapan front leading strategy yang sukses. Dan faktor yang kedua, yaitu faktor pasar sebesar Rp6,25 triliun yaitu penguatan rupiah dan penurunan suku bunga pasar.
Tentunya ini merupakan prestasi tersendiri bagi Departmen Keuangan negeri kita. Kita doakan saja ke depannya justru negeri kita tidak perlu berhutang sama sekali.
Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”