Itu untuk urusan pribadi. Tetapi untuk cakupan besar seperti sebuah negara, warga yang tinggal di negara kaya pun terbukti bahagia daripada mereka yang tinggal di negara dengan kondisi sebaliknya.
Ya, negara dengan kondisi lebih makmur, serta dihuni oleh warga berpendidikan dan lebih toleran, rata-rata memiliki tingkat kebahagiaan yang lebih baik. Itu dikarenakan negara-negara kaya bisa menyediakan berbagai infrastruktur yang lengkap, sehingga lebih mudah bagi para warganya untuk memenuhi kebutuhan mereka. Hasil studi ini juga menemukan bahwa negara dengan populasi kaum gay dan penduduk berprofesi artis cukup banyak, masyarakatnya cenderung lebih bebas dalam mengungkapkan ekspresi diri.
Jason Rentfrow dari University of Cambridge dan timnya dalam studi terbaru ini mengingatkan bahwa mereka hanya membuat generalisasi dari sekelompok orang yakni 350.000 orang lebih. "Hasil studi ini tidak berarti menyebutkan bahwa orang kaya lebih bahagia dibandingkan dengan mereka yang tidak, atau orang-orang yang hidup di negara makmur pasti lebih bahagia," ujar Jason.
Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”