Pada hari ini, Rabu (11/11) Kepolisian Republik Indonesia mengadakan workshop ‘Polri membuka Ruang Transparansi Publik' di ruang Rupatama, Mabes Polri, Jakarta Selatan.
Dalam kesempatan tersebut Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri mengatakan Polri meragukan kesaksian mantan Kapolres Jakarta Selatan Kombes Polisi Williardi Wizar dalam persidangan kasus pembunuhan Direktur Putra Rajawali Banjaran Nasrudin Zulkarnaen. Namun beliau juga mengakui bahwa Polri saat ini dalam posisi terpojok. Institusi Polri saat ini memang sedang mendapat kritikan tajam dari berbagai pihak atas berbagai kasus yang sedang menimpa para pejabat KPK.
Keraguan Polri atas kesaksian Williardi karena para penyidik yang memeriksa Williardi pangkatnya lebih rendah dari Williardi. Sehingga Kapolri dalam keterangannya menjamin Williardi tidak mendapatkan pemaksaan saat menjalani pemeriksaan penyidik.
Williardi sendiri dalam kesaksiannya di sidang yang menghadirkan terdakwa Antasari, dengan tegas mengungkapkan adanya skenario besar di balik kasus tersebut untuk menjebak Antasari Azhar sebagai dalang pembunuhan. Berita Acara Pemeriksaan (BAP) atas Williardi yang diserahkan kepada pengadilan merupakan rekayasa yang dapat menyudutkan Antasari. Williardi telah memutuskan untuk mencabut semua kesaksiannya dalam BAP ‘rekayasa' tersebut.
Dengan adanya kasus demi kasus yang menyudutkan Polri akhir-akhir ini, sudah saatnya bagi Polri untuk introspeksi diri dan berupaya membangun kembali citra positif di mata masyarakat yang semakin kehilangan kepercayaan kepada pengayom masyarakat ini.
Sumber : vivanewsIkuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”