Hsu pun segera meminta ganti rugi kepada Gamania Digital Entertainment (GDE), pihak yang menyediakan item-item yang dianggapnya tak berhasil melindungi ternaknya tersebut. Tapi GDE sendiri menyatakan, pihaknya hanya merupakan pihak yang ditunjuk oleh Facebook untuk menjual layanan ekstra.
Sebab itu, akhirnya Hsu pun segera melayangkan surat pada Facebook karena ia merasa dirugikan dan merasa dipaksa untuk mengeluarkan uang terus-terusan untuk bermain Happy Farm. Permainan 'Happy Farm' sendiri merupakan game pertanian virtual yang dikembangkan oleh pihak ketiga Hong Kong 6 Wave.
Lagi-lagi demam Facebook ternyata bisa merugikan. Berhati-hatilah jika Anda keasyikan bermain game online, termasuk juga game-game online yang ada di Facebook. Begitu mudahnya semua konektivitas antara perbankan pribadi kita, yakni cukup dengan ‘klik' saja, janganlah membuat kita lupa diri untuk membelanjakan keuangan kita tersebut untuk hal-hal digital yang belum tentu sangat kita butuhkan.
Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”