Presiden SBY sangat menyambut baik keputusan tersebut karena menurutnya justru dengan diresmikannya G-20 sebagai lembaga permanen menjadikan Indonesia berada di tempat yang sangat strategis dalam menentukan arah kebijakan perekonomian global. Pada saat ini, Indonesia merupakan negara dengan ekonomi nomor 16 terbesar di dunia.
G-7 dan G-8 sendiri yang juga merupakan forum internasional hanya betul-betul mewakili Negara maju. G8 sendiri terdiri dari Amerika Serikat, Inggris, Italia, Jerman, Jepang, Kanada, Prancis dan Rusia. Dengan Jepang sebagai satu-satunya Negara Asia dalam forum internasional tersebut.
G20, menurut Presiden, adalah lembaga yang sangat mewakili kepentingan negara-negara di dunia, baik negara maju, negara dengan kekuatan ekonomi baru maupun negara berkembang. Adanya kelompok G20 yang permanen, ujarnya, membuat peradaban dunia semakin lengkap, baik peradaban Barat, Timur maupun Islam.
Ya, mudah-mudahan saja Indonesia dapat berperan aktif dan memberi perbedaan dalam kehadirannya di tengah forum G-20. Meskipun juga sudah ada forum internasional yakni Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB), tetapi G-20 adalah forum yang juga memiliki anggota-anggota yang mewakili latar belakang berbeda dari setiap Negara di dunia yakni Afrika Selatan, Amerika Serikat, Arab Saudi, Argentina, Australia, Brasil, China, India, Indonesia, Inggris, Italia, Jepang, Jerman, Kanada, Korea Selatan, Meksiko, Perancis, Rusia, Turki, dan Uni Eropa. Dengan hadirnya Indonesia di G-20 tentulah Indonesia pun dapat memberi suara penting dalam forum G-20.
Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”