Pertemuan ini dilakukan untuk melanjutkan aksi kepedulian terhadap persoalan kebudayaan di Indonesia yang sejak debat Capres dan Cawapres pada Pemilu 2009 sudah digulirkan.
"Atas dasar inisiatif dan kesadaran bersama, tanpa didasari kepentingan apapun para seniman dan budayawan ini melakukan tindakan yang lebih progresif," demikian bunyi rilis yang diterima wartawan, Selasa (2/9/2009).
Dalam pertemuan ini, mereka tak hanya menyampaikan kritikan terhadap situasi mutahir soal kebudayaan, tetapi sekaligus ingin memberikan masukan yang konstruktif bagi keberlangsungan kebudayaan yang mulai diambang kritis akibat kurang kuatnya dukungan infrastruktur dari pemerintah.
"Masalah budaya harus menjadi persoalan penting dalam pemerintahan," imbuhnya.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut, Dwiki Darmawan, Radhar Panca Dahana, Ray Sahetapi, Sys Ns, Aspar Paturusi, Amoroso Katamsi, Keenan Nasution dan sejumlah budayawan dan seniman lain. Mereka akan diterima oleh para pimpinan MPR sekira pukul 11.05 WIB.
Sumber : kompas.comIkuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”