Ia mengatakan, julukan kota 1001 warung kopi bagi Manggar sudah dikenal sebagai ciri khas dan kebiasaan masyarakat yang unik. "Kota 1001 warung kopi dijadikan ikon wisata untuk mendukung pembangunan kepariwisataan yang konsep pengembangannya sampai sekarang masih meraba-raba, sehingga dibutuhkan sebuah ikon wisata yang memiliki daya tarik tersendiri," ujarnya.
Setiap hari warung kopi di Pasar Manggar ramai didatangi pengunjung. Mereka berasal dari berbagai kalangan, yang menikmati kopi sambil berbincang-bincang. Safi'i, seorang pemilik warung kopi di Pasar Manggar, mengatakan, dalam sehari ada ratusan pengunjung yang ia layani. Kedai kopi miliknya beromzet jutaan rupiah per hari. Apalagi di akhir pekan, omzet bisa lebih besar lagi.
"Biasanya warung kopi cukup ramai dikunjungi pada sore hingga malam, sehingga tempat ini menjadi tempat bertukar informasi bagi warga Beltim," ujarnya.
Cukup menarik juga konsep pariwisata yang ditawarkan oleh Manggar, kabupaten Belitung Timur tersebut. Mungkin bagi kita masyarakat Indonesia, minum kopi (dengan susu) merupakan hal biasa saja. Tetapi jika dikemas dengan baik, brand menikmati minum kopi di Manggar pun sebenarnya dapat menarik turis baik dalam maupun luar negeri. Bagimana dengan wilayah Indonesia yang lain?
Sumber : kompas.com/TmyIkuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”