Direktur Eksekutif Indonesia Fadjroel Rachman mengaku menyesalkan apa yang dikatakan oleh Andi Mallarangeng di Makasar, Rabu (1/7). Menurut Fadjroel, pernyataan yang dikeluarkan oleh Andi yang mengatakan "belum saatnya orang Sulsel menjadi presiden" menunjukkan pelecehan dan penghinaan konstitusional terhadap hak politik setiap warga negara Indonesia.
Fadjroel yang juga dikenal sebagai mantan aktivis mahasiswa menyatakan bahwa di dalam sebuah pemerintahan yang demokratis seharusnya tidak lagi diisi oleh pejabat publik yang bersikap dan bertingkah laku diskriminatif. Oleh karena itu, dia mendesak Andi untuk segera mundur sebagai juru bicara presiden.
Dalam pandangannya, tindakan untuk mundur merupakan konsekuensi dari tanggung jawab etis dan politik terhadap konstitusi dan demokrasi yang harus diterima oleh seorang Andi Mallarangeng.
Sementara itu, Andi Mallarangeng meminta orang-orang yang mengecam pernyataannya, khususnya masyarakat Sulawesi Selatan untuk mendengar dengan utuh apa yang diucapkannya di Makasar, Rabu (1/7). Andi menolak apabila ucapannya itu dianggap sebagai bentuk penghinaan terhadap masyarakat Sulawesi Selatan.
Sumber : Antara/bmIkuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”